Pemerintah Pastikan Siap Hadapi Gunung Anak Krakatau yang Naik ke Level III di Tengah Arus Mudik
Nasional
Erupsi Anak Krakatau

Sebelumnya, PVMBG dan Badan Geologi telah menyatakan bahwa status Gunung Anak Krakatau naik level dari Waspada menjadi Siaga. Peningkatan status ini pun terjadi di tengah arus mudik Lebaran 2022.

WowKeren - Setelah menunjukkan aktivitasnya yang kian aktif, status Gunung Anak Krakatau pun ditingkatkan menjadi level III alias Siaga. Mengingat peningkatan status ini terjadi di tengah arus mudik, maka pemudik yang melewati Banten pun diminta untuk waspada.

Sementara itu, pemerintah menyatakan bahwa pihaknya memastikan siap menghadapi status Gunung Anak Krakatu yang naik dari level Waspada menjadi level Siaga di tengah arus mudik Lebaran 2022. Saat ini, pemerintah pun diketahui sudah menyiapkan skenario terkait kondisi Gunung Anak Krakatau.

"Persoalan mudik ini satu yang sulit dihindari ini, yakni soal Gunung Anak Krakatau (naik level)," ujar Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko saat meninjau kesiapan mudik di ruas tol Lampung-Palembang, Rabu (27/4). "Tapi pemerintah sudah siap dengan berbagai skenario yang telah disiapkan."

Lebih lanjut, Moeldoko menuturkan bahwa persoalan naiknya level status Gunung Anak Krakatau itu merupakan faktor alam, artinya berada di luar kendali pemerintah. Selain itu, pihaknya juga telah mengatur waktu penyeberangan kapal di pelabuhan Bakauheni dan Merak untuk mengantisipasi hal tersebut.


Moeldoko mengungkapkan bahwa untuk saat ini, penyeberangan kapal belum terganggu. Sebagaimana diketahui, Gunung Anak Krakatau yang berada di Perairan Selat Sunda hingga kini masih berstatus Siaga level III. Adapun status itu ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana dan Badan Geologi (PVMBG) dan Badan Geologi ESDM pada 24 April lalu.

Meski demikian, hingga kini GAK masih tetap berada pada status level III, sehingga masyarakat pesisir pantai barat Provinsi Banten waspada potensi tsunami. Sementara berdasarkan pengamatan pada Selasa (26/4) kemarin, cuaca perairan Selat Sunda menunjukkan cerah, berawan, mendung, dan hujan.Kemudian angin bertiup lemah ke arah timur laut dan timur. Lalu suhu udara mencapai 26-31 derajat Celcius dan kelembaban udara berada di 47-71 persen.

Selanjutnya, kondisi GAK jelas hingga kabut 0-III juga asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, hingga sedang dan tinggi 25-50 m di atas puncak kawah. Di samping itu, ombak laut tenang dan secara visual teramati asap putih tipis-sedang tinggi lk 25-50 m, malam hari teramati sinar api tinggi ik 25 meter.

Sedangkan untuk kegempaan hembusan sebanyak 9, amplitudo sekitar 10-34 mm dengan durasi 17 hingga 78 detik. Kemudian untuk tremor menerus (microtemor) terekam dengan amplitudo 2-38 mm (dominan 3 mm). Dengan begitu, kondisi GAK disebut hingga kini masih berstatus Siaga.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait