Bisa Berdampak ke Pasien Komorbid, Begini Saran Pakar Demi Tangkal Mutasi Corona Inggris
wikimedia.org/Banc de Sang i Teixits
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Selain lebih mudah menular, mutasi virus Corona B117 dari Inggris ternyata bisa berpengaruh terhadap pasien dengan komorbid. Karena itulah diperlukan langkah khusus untuk menangkal virusnya.

WowKeren - Indonesia telah mengonfirmasi temuan kasus COVID-19 dari virus strain B117. Jenis ini sendiri awam dikenal sebagai mutasi virus Corona dari Inggris.

Keberadaan virus yang telah bermutasi menjadi lebih cepat menular ini jelas sepatutnya diwaspadai masyarakat. Sebab, seperti dijelaskan Guru Besar Universitas Airlangga Prof Chairul A Nidom, bisa jadi varian virus tersebut mengurangi efektivitas vaksin COVID-19.

"Ada kemungkinan vaksin COVID-19 tidak sesuai lagi dan perlu direvisi. Tapi sebelumnya vaksin-vaksin yang digunakan di Indonesia perlu diuji dengan virus B117," jelas Nidom.

Bukan cuma itu, pasien COVID-19 dengan komorbid atau penyakit penyerta harus lebih mewaspadai varian virus ini. "Karena kecepatan penularan sangat tinggi, penyakit COVID-19 ini yang berpengaruh terhadap kefatalan ditentukan oleh komornid, maka masyarakat perlu mengontrol komorbidnya," terang Nidom, dilansir dari Detik Health, Rabu (3/3).


Dengan sifatnya yang sangat mudah menular, lantas perlukah adanya perubahan dari segi perlindungan diri? Pakar penyakit menular ternama dari Amerika Serikat, Dr Anthony Fauci, hanya kembali mengampanyekan "double masking alias memakai masker secara rangkap.

"(Corona B117) itu adalah varian yang memiliki kemampuan lebih tinggi dalam menularkan virus secara efisien dari orang ke orang," terang Fauci belum lama ini. "Jika Anda memiliki masker satu lapisan dan memakai satu lapisan lagi, akan masuk akal jika 'double masking' lebih efektif."

Namun pemilihan maskernya pun tidak boleh sembarangan. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan lapisan pertama menggnakan masker medis sekali pakai, sedangkan lapisan kedua masker kain, dan pastikan keduanya mampu menutupi bagian wajah dengan baik.

Yang pasti, seperti juga pernah ditegaskan Satuan Tugas Penanganan COVID-19, jangan menggabungkan 2 lapis masker medis sekaligus. "Sebab masker medis tidak dirancang untuk menggunakan dua lapis secara bersamaan, karena tidak meningkatkan filtrasi maupun kesesuaian masker," tegas Juru Bicara Satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts