Bukan Main! Lebih Mudah Menyebar, Segini Kecepatan Penularan Mutasi Corona Inggris B117
Unsplash/Markus Spiske
Health
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Virus SARS-CoV-2 varian B117 dari Inggris dan diklaim jauh lebih cepat menular. Peneliti pun mengadakan riset ilmiah terkait estimasi kecepatan penularannya dan begini hasilnya.

WowKeren - Banyak pakar yang sudah mengingatkan soal virus Corona yang sangat mudah bermutasi selayaknya virus lain. Salah satu varian yang kini menjadi sorotan utama di Tanah Air adalah B117 yang sebelumnya ditemui di Inggris.

Tentu menjadi pertanyaan, memang seberapa cepat virus ini bisa menyebar hingga harus sangat diwaspadai? Baru-baru ini peneliti mengungkap hasil riset mereka terkait kecepatan transmisi virus tersebut, yang bahkan sampai berkali-kali lebih masif daripada varian sebelumnya!

Melansir dari Science, Nicholas G Davies dan rekan-rekannya meneliti soal prediksi kecepatan transmisi dan dampak dari "keturunan" SARS-CoV-2 B117 di Inggris. Menggunakan pendekatan modeling dan statistika, peneliti pun memperkirakan bahwa keturunan B117 ini bisa menyebar hingga 43-90 persen kali lebih cepat daripada varian sebelumnya.

Varian yang diteliti oleh Davies dkk adalah VOC 2020012/01. Varian baru ini masih satu garis filogenetik dengan B117 yang menyebar spesifik di bagian tenggara Inggris pada November 2020.


Dengan kecepatan menular yang sangat tinggi ini, tentu diperlukan langkah-langkah strategis agar wabah bisa dikendalikan. Bahkan peneliti memprediksi krisis kesehatan di Inggris bisa berkepanjangan dengan kemampuan virus Corona yang sudah bermutasi ini.

"Pemodelan menunjukkan VOC 202012/01 dapat memicu terjadinya ledakan kasus COVID-19. Tanpa pengendalian yang kuat, termasuk penutupan institusi pendidikan dan akselerasi program vaksinasi, tingkat kasus aktif dan kematian COVID-19 di Inggris sepanjang 2021 bisa melampaui kondisi tahun 2020," tutur peneliti dalam riset ilmiah tersebut.

Peneliti pun mendesak agar keberadaan virus yang masih satu garis keturunan dengan B117 ini untuk diwaspadai. "Sebab saat ini VOC 202012/01 sudah menyebar secara global dan menunjukkan laju penularan yang mirip (59-74 persen) di Denmark, Swiss, dan Amerika Serikat," pungkas peneliti.

Meski laju penularannya lebih cepat dan bahkan sudah masuk ke Indonesia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir. Sebab diungkap bahwa vaksin Sinovac yang kini sudah mulai diedarkan masih mampu mengatasi varian virus tersebut, sebagaimana ditegaskan juga oleh Peneliti Utama Vaksin COVID-19 Universitas Padjajaran Prof Kusnandi Rusmil.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts