Wagub Riau Curiga Karhutla Berkaitan dengan Isu Peredaran Narkoba, Kok Bisa?
Pixabay
Nasional

Wakil Gubernur Riau Edy Afrizal Natar Nasution mengaitkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya dengan isu peredaran narkoba. Berikut penjelasan lengkapnya.

WowKeren - Wakil Gubernur Riau Brigjen TNI (Purn) Edy Afrizal Natar Nasution menduga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya berkaitan dengan isu peredaran narkoba. Menurutnya, ada sejumlah pihak yang sengaja membakar hutan agar orang-orang lebih fokus pada masalah tersebut.

Menurut Edy, ada dua hal yang membuat Riau sering mengalami kebakaran hutan. Pertama, masyarakat setempat ingin memperluas lahan perkebunan. Kedua, ada indikasi hutan sengaja dibakar untuk mengalihkan isu peredaran narkoba melalui "jalan tikus" dari Riau ke luar negeri. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 pada Jumat (5/3).

"Ada kasus sedikit berbeda yang pernah saya amati, terjadi kasus kebakaran dekat pemukiman masyarakat. Jadi dugaan saya, saat itu di saat orang sibuk dengan karhutla, ini pelaku narkoba di jalan tikus mencoba mengalihkan perhatian dengan cara membakar," kata Edy dalam siaran YouTube BNPB Indonesia.

Edy menjelaskan bahwa Riau memiliki "pintu masuk" yang terhubung dan berbatasan langsung dengan Malaysia, yakni Kepulauan Meranti, Pulau Bengkalis serta Pulau Rupat. Menurutnya, tiga pulau inilah yang dijadikan "jalan tikus" oleh para pengedar obat terlarang.

Lebih lanjut, Edy mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk menindaklanjuti kasus peredaran narkoba. Di samping itu, ia meminta masyarakat untuk memberikan pandangan berbeda terhadap karhutla di Riau kali ini.


"Sehingga saya lihat kasus di Riau sedikit berbeda dengan kasus sebelumnya. Satgas fokus semua ke Karhutla akhirnya lolos mereka, dan ini sudah saya sampaikan ke Kepolisian sehingga diperketat razia-razia narkoba itu," imbuhnya.

Kendati demikian, Edy tak menutup kemungkinan jika kasus karhutla di Riau dilakukan demi tujuan ekonomis. Pasalnya, biaya membakar lahan jauh lebih murah daripada memperluas lahan dengan ekskavator.

"Kalau kita lihat permasalahan yang ada di Riau itu sebagian besar diakibatkan oleh tangan jahil manusia yang sebenarnya latar belakangnya beda-beda. Ada yang memang untuk kepentingan secara ekonomis ada juga kepentingan lain seperti membuat suatu perhatian, seperti peredaran narkoba tadi," pungkasnya.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau sempat memprediksi karhutla di wilayah tersebut akan terus terjadi hingga bulan Mei mendatang. Salah satu alasannya adalah pembenahan karhutla yang belum selesai dengan berkaca dari kejadian-kejadian sebelumnya.

Di sisi lain, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah melakukan modifikasi cuaca untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di Riau. KLHK juga akan merestorasi 1,4 juta hektar lahan gambut di seluruh Indonesia untuk melindungi ekosistem serta mengurangi emisi.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts