Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap alasan mengapa subsidi gaji alias BLT untuk karyawan swasta tak dilanjutkan di 2021. Berikut penjelasannya.
- Elvariza Opita
- Rabu, 10 Maret 2021 - 08:58 WIB
WowKeren - Pada 2020 lalu, salah satu stimulus pemerintah yang banyak disorot adalah subsidi gaji bagi karyawan swasta yang diupah di bawah Rp5 juta per bulan. Namun stimulus ini rupanya tak berlanjut di tahun 2021, seperti dipastikan kembali oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga pun membeberkan alasan di balik peniadaan subsidi gaji senilai Rp600 ribu per bulan ini. Rupanya saat ini pemerintah lebih fokus untuk menggerakkan sektor produktif sehingga target pemberian stimulusnya pun berbeda.
"Jadi, perlindungan sosial sekarang berbeda dengan tahun lalu yang ada subsidi gaji. Tahun ini lebih ke sektor produktif," ujar Airlangga ketika menghadiri talkshow daring, Selasa (9/3).
Perihal target stimulus pemerintah pada 2021 ini, dijelaskan Airlangga, diakibatkan oleh 2 faktor. Yakni demi mengurangi angka pengangguran atau jumlah individu yang tidak bekerja akibat pandemi COVID-19, serta harapan bisa menggerakkan sektor konsumsi secara tidak langsung dari peningkatan aspek produktivitasnya.
Maksudnya, dengan semakin banyak tenaga kerja yang terserap, maka daya beli masyarakat juga akan semakin terdorong. Karena itulah pemerintah kemudian menitikberatkan program perlindungan sosial tahun ini ke sektor padat karya.
"Jadi program padat karya didorong apakah itu pertanian. Apakah itu infrastruktur," kata Airlangga. "Juga kita dorong untuk UMKM, bangga akan buatan barang dalam negeri."
Perihal tidak cairnya subsidi gaji tahun 2021 ini memang sudah pernah dikonfirmasi oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. "Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dlihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya," tutur Ida pada Februari 2021 lalu.
Kendati demikian, Ida tak menampik peluang subsidi upah akan kembali dilanjutkan pada 2021 ini, namun tetap bergantung pada situasi dan kondisi perekonomian nasional nantinya. "Nanti kami lihat kondisi ekonomi berikutnya," ujar Ida.
Namun pemerintah sendiri rupanya mengalihkannya ke program lain. Apakah itu? Simak penjelasan Menteri Ida hanya di sini.
(wk/elva)