Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang juga menyatakan bahwa Indonesia tetap akan masuk ke industri mobil listrik. Baik dengan Tesla atau pihak lain.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 10 Maret 2021 - 19:17 WIB
WowKeren - Wacana investasi Tesla Inc. ke Indonesia sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu terakhir. Namun ada anggapan bahwa negosiasi pemerintah Indonesia dengan Tesla tersendat alias tidak ada kemajuan.
Terkait anggapan ini, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang pun memberi bantahan dan mengungkapkan fakta bahwa pemerintah Indonesia sendiri sebenarnya belum bernegosiasi dengan perusahaan besutan Elon Musk tersebut. Namun Agus menyebut rincian terkait urusan Tesla itu lebih diketahui oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
"Nego dengan Tesla terasa macet, bagaimana nego macet? Soal Tesla coba tanya ke Pak Bahlil (Kepala BKPM), karena beliau yang lead," ujar Agus pada Rabu (10/3). "Tapi setahu saya belum ada negosiasi dengan Tesla, jadi bagaimana bisa dianggap macet?"
Agus lantas menyatakan bahwa Indonesia tetap akan masuk ke industri mobil listrik. Baik dengan Tesla atau pihak lain.
"Sebab itu ekosistem harus siap," jelas Agus. "Salah satunya produksi baterai di Indonesia sehingga nilai tambah bisa dinikmati oleh masyarakat kita sendiri."
Sebagai informasi, pemerintah Indonesia terus mengajak sejumlah investor raksasa asing untuk bergabung dalam membangun industri baterai listrik, salah satunya Tesla. Namun hingga kini masih belum diketahui apakan Tesla akan berinvestasi dalam proyek pemerintah Indonesia atau tidak.
Baru-baru ini, Tesla justru memilih untuk menanamkan modalnya di India. Menurut mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, pemilihan lokasi investasi ini kemungkinan dipengaruhi oleh kemiripannya dengan Silicon Valley.
Arcandra menilai Tesla ingin mengembangkan pusat teknologi yang mirip dengan induknya di Amerika Serikat. Dan rupanya ada 2 kota yang ekosistemnya menyerupai Silicon Valley sebagai lokasi pusat, yakni Tel Aviv di Israel dan Bangalore di India.
(wk/Bert)