Siap-Siap! Ojol Sampai Sopir Bus Bakal Terima Vaksin COVID-19 Pekan Depan
Twitter/KemenkesRI
Nasional
Vaksin COVID-19

Kemenhub mengungkap pekerja sektor transportasi seperti sopir bus, pilot, sampai mitra ojol bisa menerima vaksinasi COVID-19 mulai minggu depan. Begini penjelasannya.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19, seperti sudah disampaikan oleh sejumlah otoritas, akan dilakukan secara bertahap dengan kelompok-kelompok rentan sebagai penerima prioritas. Salah satu golongan yang masuk adalah pekerja di sektor transportasi seperti mitra pengemudi ojek daring hingga sopir bus.

Bukan hanya keduanya, beberapa profesi lain di kelompok ini seperti pilot, nahkoda, masinis, sopir taksi, pramugari, anak buah kapal, dan sebagainya. Dan diungkap oleh Kementerian Perhubungan, sedianya para pekerja di sektor transportasi ini akan mulai menerima vaksinasinya pekan depan.

"Vaksinasi tahap pertama bagi para pelaku transportasi direncanakan akan dilakukan pada Selasa atau Rabu depan," tutur Menhub Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/3). "Yang akan dilakukan di Stasiun Gambir."

Alokasi vaksinasi ini, tutur Budi Karya, juga didapatkan dari Kementerian BUMN. Sebab banyak dari pelaku transportasi ini bekerja di bawah perusahaan BUMN.


"Vaksinasi kepada para pelaku transportasi sangat penting dilakukan," kata Budi Karya. "Karena tugasnya yang langsung berhubungan dengan masyarakat."

Budi Karya memandang vaksinasi yang dilakukan ini bisa menambah kepercayaan diri saat bertugas melayani masyarakat. Namun seperti penerima lain, vaksinasi untuk pekerja sektor transportasi ini juga dilakukan secara bertahap.

"Ini sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Hal ini juga tentunya akan memberi perlindungan kepada masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat," pungkas Budi Karya.

Belum ada informasi perihal pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi pekerja sektor transportasi di luar DKI Jakarta. Kendati demikian, pekerja pelayanan publik memang masuk dalam peta penerima prioritas vaksinasi COVID-19 tahap II di samping lansia.

Di sisi lain, perjalanan vaksinasi COVID-19 di Indonesia tampaknya masih sangat panjang. Apalagi belum lama ini jutaan dosis vaksin AstraZeneca yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) aman untuk lansia serta pasien dengan komorbid didatangkan ke Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyebut per harinya sekitar 200 ribu dosis vaksin berhasil disuntikkan.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts