Wagub NTB Positif Corona Usai Terima 2 Dosis Vaksin, Epidemiolog Ungkap Analisis Ini
Unsplash/Hakan Nural
Nasional

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, lantas menegaskan bahwa orang-orang yang telah menerima vaksinasi virus corona (COVID-19) tetap harus menerapkan 5M.

WowKeren - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Sitti Rohmi Djalilah dinyatakan positif terpapar virus corona (COVID-19) meski telah menerima dua dosis vaksin Sinovac. Diketahui, Sitti mendapat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 pada 14 Januari 2021 dan dosis keduanya diberikan pada 28 Januari 2021.

Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman, lantas mengungkapkan analisisnya terkait kasus positif COVID-19 pada orang yang telah menerima dua dosis vaksin. Menurut Dicky, umumnya mereka yang telah divaksinasi dua kali namun terpapar COVID-19 tidak mengalami gejala.

"Ketika (orang yang sudah divaksinasi 2 kali dosis) terinfeksi, umumnya yang terinfeksi ini tidak akan bergejala bahkan sebagian besar tidak akan bergejala parah," ungkap Dicky kepada detikcom, Minggu (14/3). "Jadi itulah sebabnya penting sekali divaksin karena untuk menurunkan kesakitan itu, kesakitan itu bukan berarti tidak terinfeksi tetapi tidak sakit."

Dicky pun menjelaskan bahwa tidak sakit di sini maksudnya adalah pasien tidak mengalami gejala parah. Sehingga pasien yang terpapar tidak sampai harus dirawat di rumah sakit atau bahkan mengalami kematian.


"Namun yang bersangkutan selain terinfeksi juga bisa menularkan," tegas Dicky. "Jadi Itulah sebabnya setelah divaksinasi itu, ia tetap wajib harus melakukan 5M."

Sebagai informasi, 5M adalah memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. "Sebaiknya, apalagi (yang) sudah divaksin ya, bagusnya sih, saran saya diperiksa genome sequencing," ujar Dicky.

Menurut Dicky, genome sequencing adalah memetakan virus yang telah terdeteksi dengan PCR ke dalam kategori strain-strain baru. Mengingat virus corona varian baru hasil mutasi telah ditemukan di sejumlah daerah di Indonesia.

"Jadi kalau ada orang terinfeksi dari 1 klaster, ini bisa ketahuan dia runutnya ke mana, jejaknya ke mana," pungkas Dicky. "Karena ada identitas yang sama."

Di sisi lain, Sitti bukan orang pertama yang terpapar COVID-19 meski telah mendapat dua dosis vaksin. Sebelumnya, Sekretaris Daerah Bandung, Ema Sumarna, juga dilaporkan positif COVID-19 meski sudah menerima dua dosis vaksin Sinovac.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait