Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menganalogikan vaksin COVID-19 dengan vaksin varicella yang berfungsi untuk mencegah cacar air pada anak, menjawab pertanyaan publik soal adanya kasus positif pasca vaksinasi.
- Nidya Putri
- Selasa, 16 Maret 2021 - 19:11 WIB
WowKeren - Sejumlah kasus terinfeksi COVID-19 meski sudah mendapatkan vaksinasi bermunculan beberapa waktu terakhir. Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi pun buka suara.
Nadia mengibaratkan vaksin COVID-19 sebagai dengan vaksin varicella yang berfungsi untuk mencegah cacar air pada anak. Analogi ini disampaikan sekaligus menjawab pertanyaan publik soal mengapa seseorang yang telah menerima suntikan vaksin COVID-19 dua dosis, masih dilaporkan terpapar virus corona.
"Banyak akhir-akhir ini pertanyaan mengapa setelah divaksin, setelah 28 hari masih terpapar COVID-19," kata Nadia dalam konferensi pers secara daring, Selasa (16/3). "Ini sangat memungkinkan memang, saya menggambarkan ketika anak-anak kita banyak yang juga sudah divaksin cacar di masa kecil, tapi kemudian masih bisa terinfeksi penyakit cacar ini."
Namun demikian, Nadia mengatakan apabila warga yang sudah divaksinasi terpapar COVID-19, maka mereka hampir tidak mungkin mengalami gejala COVID-19 yang berat melainkan hanya gejala ringan hingga tanpa gejala atau OTG.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes ini pun menegaskan vaksinasi sejauh ini hanya memberikan proteksi antibodi sebesar 65 persen saja. Artinya, warga yang sudah divaksin masih memiliki risiko terpapar Virus Corona. "Tapi kita tahu penyakit cacar yang saat ini diderita itu relatif sangat ringan, dan tidak menimbulkan kematian," ujarnya.
Sebelumnya, beberapa tokoh publik diketahui terpapar virus corona meski rampung menerima suntikan dua dosis vaksin Sinovac. Mereka yakni Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah yang dinyatakan positif COVID-19 pada 14 Maret, dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang dinyatakan positif COVID-19 pada 4 Maret lalu.
Kemudian dua pemimpin daerah di Kota Depok dan Kabupaten Sleman dikonfirmasi terpapar virus corona tak lama setelah mereka menerima suntikan dosis pertama vaksin Sinovac. Keduanya menjalani vaksinasi pada 14 Januari lalu.
Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna dinyatakan positif COVID-19 usai hasil tes PCR keluar pada 30 Januari. Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo positif COVID-19 usai hasil pemeriksaan PCR keluar pada 21 Januari.
(wk/nidy)