Pakar Ungkap 'Delesi' Penyebab Corona B117 Lebih Ganas dan Cepat Menular, Apa Itu?
Pixabay/matthewafflecat
Health

Menurut Pakar Imunologi Unair, Agung Dwi Wahyu Widodo, virus Corona varian B117 mengalami suatu proses yang disebut 'delesi' yang menjadi penyebab kini sangat cepat menular.

WowKeren - Wabah virus Corona belum juga teratasi meski sudah setahun berlalu dan bahkan kini seolah makin berat dengan ditemukannya banyak mutasi. Meski peneliti menegaskan mutasi virus adalah hal yang wajar dan sejauh ini tidak membahayakan, tetap saja varian-varian baru Corona ini harus diwaspadai.

Memang kewaspadaan harus ditingkatkan karena tentu saja varian baru virus Corona ini membawa sifat baru, misalnya saja mutasi dari Inggris B117 yang konon tidak bisa dideteksi oleh semua antibodi. Dugaan ini disampaikan oleh Dosen Fakultas Kedokteran sekaligus Pakar Imunologi Universitas Airlangga Dr Agung Dwi Wahyu Widodo dr., M.Si, M.Ked.Klin, SpMK.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Agung, ketika virus mengalami mutasi, terjadi yang disebut "delesi" yang menurutnya adalah "biang kerok" alias penyebab utama. Delesi adalah proses hilangnya asam amino atau komponen pada protein lonjakan virus (Spike Protein). Karena mengalami delesi inilah virus kemudian bisa menghindar dari sistem pertahanan tubuh inang di beberapa kasus.

"Virus ini mengalami delapan mutasi pada bagian tonjolan (Spike). Yaitu enam mutasi pada gen Spike dan mengalami dua delesi, yang mana ada gen yang hilang," papar Agung, dikutip dari Basra jaringan Kumparan, Kamis (18/3).


Karena itulah, virus Corona varian B117 kemudian bisa mengikat reseptor sel tubuh dengan kuat dan menghindar dari antibodi. Hal ini pun tampak dari hasil penelitian di Eropa dan Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan angkat netralisasi antibodi terhadap B117.

"Kemungkinan adanya infeksi hampir sama dengan virus sebelumnya," ujar Agung. "Jadi penyebarannya cepat, tapi gejalanya nggak berat bahkan bisa jadi tetap sama dengan COVID-19 selama ini."

"Netralisasi ini artinya kemampuan antibodi untuk menangkap serta menghilangkan virus ini. Pada beberapa penelitian menggunakan serum pasien, angka tersebut ternyata turun, ini berbahaya," imbuhnya.

Sebenarnya, lanjut Agung, untuk gejala klinis yang ditimbulkan dari infeksi virus Corona B117 ini sama seperti COVID-19 pada umumnya. "Gejalanya sama, tidak lebih berat atau lebih ringan. Cuma ada perbedaan persentase saja, jadi flunya yang menonjol adalah batuknya dibandingkan COVID sebelumnya," pungkas Agung.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait