PPKM Mikro Diperpanjang Sampai April, Cakupan Wilayah Ikut Diperluas
Twitter/Mjrto6
Nasional
PSBB Corona

Kemendagri menyebut PPKM Mikro akan diperpanjang per Selasa (23/3) depan sampai awal April 2021. Bukan cuma diperpanjang, PPKM Mikro ini juga diperluas cakupan wilayahnya.

WowKeren - Pemerintah sejauh ini melihat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sebagai metode efektif dalam mengendalikan wabah COVID-19. Karena itulah pemerintah berencana memperpanjang pelaksanaan PPKM, khususnya skala mikro yang akan habis dalam 3 hari ke depan.

"(PPKM) akan diperpanjang. Berlaku 23 Maret sampai 5 April," kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Syafrizal Adwil, Jumat (19/3).

Tak hanya memperpanjang pelaksanaan PPKM Mikro, pemerintah juga akan memperluas cakupan wilayahnya. Bila sebelumnya telah mencakup hingga 10 provinsi, kini sedianya PPKM Mikro akan diperluas sampai ke Indonesia bagian tengah dan timur.

"Akan diperluas kembali, ditambah daerah lagi. Akan segera difinalkan evaluasinya," ujar Syafrizal. "Di antaranya Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, NTB dan NTT."

Dituturkan lebih lanjut oleh Syafrizal, PPKM Mikro ini bertujuan untuk terus menekan laju penularan COVID-19 di Tanah Air. Apalagi karena tingkat kepositifan alias positivity rate COVID-19 di Indonesia masih terbilang cukup tinggi.


"Skala (kasus) menurun, namun belum cukup," kata Syafrizal. "Pemerintah menghendaki positivity rate serendah mungkin."

Perihal pelaksanaannya, rupanya tak ada perbedaan signifikan terhadap PPKM Mikro kali ini. Aturan yang dipakai masih mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2021, namun dengan beberapa relaksasi pada sektor sosial budaya.

Dalam momen ini, pemerintah memberi kesempatan bagi pekerja seni dan budaya agar bisa beraktivitas kembali dengan kapasitas 25 persen serta menerapkan protokol kesehatan ketat. "Memberi kesempatan pekerja seni untuk menyesuaikan dengan adaptasi kebiasaan baru. Salah satunya begitu, nanti akan dievaluasi pelaksanaannya," pungkas Syafrizal.

Sebelumnya pemerintah menilai PPKM Mikro sudah memberi efek positif dalam membantu pengendalian wabah COVID-19 di Indonesia. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 misalnya mengaitkan penurunan jumlah kasus beberapa waktu belakangan dengan efektivitas pelaksanaan PPKM Mikro.

Selain itu, pemerintah juga optimis penurunan angka kasus juga terjadi karena pelaksanaan vaksinasi COVID-19 yang kini sudah memasuki tahap kedua dengan prioritas lansia hingga pekerja sektor publik. Hanya saja epidemiolog ternyata punya pendapat berbeda soal penyebab turunnya angka kasus ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts