Cuitan Pertama Bos Twitter Terjual Rp 41,67 Miliar, Hasilnya Untuk Donasi COVID-19
AP Photo/Richard Drew
SerbaSerbi
Pandemi Virus Corona

Twitter kini diketahui telah menjadi salah satu platform sosial media yang banyak dikunjungi oleh warganet, khususnya anak muda. Twitter sendiri dikembangkan oleh Jack Dorsey pada tahun 2006.

WowKeren - Twitter diketahui merupakan salah satu sosial media yang digandrungi oleh warganet, khususnya anak muda. Twitter tidak jauh berbeda dengan platform sosial media lainnya. Melalui Twitter, pengguna juga bisa berbagi foto, video, serta gagasan pikiran.

Pemilik Twitter diketahui bernama Jack Dorsey. Belakangan ini, dunia maya cukup dihebohkan dengan kabar terjualnya cuitan pertama bos Twitter tersebut seharga USD 2,9 juta atau setara dengan Rp 41,6 miliar.

Cuitan pertama Jack diketahui terjual dalam bentuk aset Non-Fungible Token (NFT). NFT sendiri merupakan aset digital unik yang popularitasnya meroket pada tahun 2021. Cuitan tersebut ditulis pada 22 Maret 2007. "Just setting up my twttr," tulis Jack di Twitter.

Dikutip dari Reuters pada Selasa (23/3), cuitan tersebut terjual melalui lelang Valuables. Valuables merupakan platform yang dimiliki oleh perusahaan di Amerika Serikat (AS) bernama Cent. Transaksi pembelian dilakukan oleh CEO dan co-founder Cent Cameron Hejazi dengan menggunakan aset Kripto Ethereum senilai 1630.5825601.

Cent mengatakan jika pembelinya adalah Sina Estavi. Berdasarkan informasi yang didapatnya, Estavi merupakan CEO dari perusahaan blockchain Bridge Oracle di Malaysia.


Sebagai aset digital, setiap entitas NFT diketahui memiliki tanda tangan digital berbasis blockchain. Fungsi dari blockchain sendiri adalah sebagai buku besar dan memungkinkan proses verifikasi keaslian kepemilikan aset.

Selain itu, diketahui bahwa pembeli cuitan tersebut juga mendapatkan sertifikat digital yang ditandatangani menggunakan kriptografi serta menyertakan metadata dari twit asli. Dengan adanya metadata twit asli, itu akan membuatnya terus tersedia di situs Twitter.

Dari hasil lelang tersebut, Jack menerima 95 persen dari nilai yang telah disepakati. Sedangkan Cent mendapatkan sisanya.

"Nilai dari aset-aset ini mungkin naik, mungkin juga turun, tetapi yang akan bertahan adalah buku besar dan sejarah yang mengatakan 'Saya membeli ini dari Anda, pada saat ini'," tandas Cameron. "Dan itu akan terjadi pada pembeli, penjual dan ingatan penonton publik."

Sebelumnya pada 6 Maret lalu, Jack menautkan sebuah pranala ke laman NFT yang telah terdaftar dan dijual melalui Twitter. Kemudian pada 9 Maret, Jack kembali menuliskan bahwa hasil dari lelang tersebut akan disumbangkan kepada orang-orang yang terdampak COVID-19.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts