Pengelola Gedung Islamic Center Alami Kerugian Imbas Kericuhan Kongres HMI di Surabaya
derapserayu.banjarnegarakab.go.id
Nasional

Kabiro Kesra Pemprov Jatim Hudiyono sekaligus pengelola Gedung Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, meminta panitia Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ganti rugi setelah terjadinya kericuhan, Selasa (23/3) kemarin.

WowKeren - Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) XXXI yang digelar di Gedung Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, Selasa (23/3), berakhir ricuh. Pengelola Gedung Islamic Center Surabaya mengaku mengalami kerugian saat Kongres HMI itu berakhir ricuh.

Pasalnya, kaca-kaca dengan ukuran bervariasi di gedung pecah. Kerugian akibat Kongres HMI ricuh mencapai jutaan rupiah. "Iya, kaca-kaca pecah dan da beberapa kursi rusak," kata Kabiro Kesra Pemprov Jatim Hudiyono dikutip dari Detikcom, Rabu (24/3).

Dari sekian kaca-kaca yang pecah, ada yang berukuran 10 meter persegi dengan nilai lebih dari Rp 5 juta. "Nilai kerugiannya lebih Rp 5 juta," tambahnya.

Lebih lanjut, Hudiyono pun meminta agar Panitia Kongres XXXI HMI bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas imbas insiden kericuhan yang terjadi. "Iya, orang ke Islamic Center kan ada perjanjian. Perjanjian kalau terjadi kerusakan menjadi tanggung jawab penyewa, sudah ada di perjanjian," ujarnya.


Meski begitu, Hudiyono tak mau banyak berkomentar soal insiden perusakan tersebut. Ia menilai jika pihaknya hanyalah sebagai penyedia fasilitas.

Sedangkan soal tindakan bagi pelaku, hal itu adalah wewenang pihak kepolisian untuk melakukan tindakan. "Tapi dalam pelaksanaan terjadi seperti itu ya sudah urusannya pihak yang berwajib," tuturnya.

Sementara itu, polisi telah mengamankan enam peserta kongres yang diduga telah melempar kursi hingga memecahkan kaca Gedung Islamic Center Surabaya. Keenam orang tersebut akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh polisi.

"Ada miskomunikasi di antara mereka, kemudian ada yang membanting kursi," terang Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta pada Rabu (24/3). "Ini atas permintaan panitia, kami amankan enam orang dan sekarang masih dalam pemeriksaan."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait