Peristiwa kebakaran yang menimpa kilang minyak milik PT Pertamina di Indramayu, Jawa Barat menyebabkan beberapa warga sekitar mengalami luka-luka. Sampai saat ini, Senin (29/3), ada 28 orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
- Wahyu
- Senin, 29 Maret 2021 - 13:52 WIB
WowKeren - Peristiwa kebakaran kilang minyak milik PT Pertamina menyebabkan beberapa korban mengalami luka-luka, baik ringan maupun yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Korban dari peristiwa kebakaran tersebut telah dilarikan ke rumah sakit, dan telah mendapatkan perawatan.
Selain luka fisik, luka batin juga dialami oleh sejumlah warga sekitar, khususnya ibu-ibu. Sebagian pengungsi diketahui merasa trauma akibat kebakaran hebat yang terjadi di kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.
Dilansir melalui CNNIndonesia.com, Jerry Komara selaku tim jurnalis dari Trans Media melaporkan bahwa sebagian pengungsi adalah perempuan, anak-anak dan pria. "Ibu-ibu merasa trauma akibat kebakaran, mulanya mereka mencium bau seperti bensin tadi malam," tutur Jerry, Senin (29/3).
Berdasarkan laporan Jerry, ada tiga titik pengungsian yang disediakan oleh PT Pertamina yakni Pendopo, Islamic Center dan GOR Bumi Patra. Selain itu, ia juga melaporkan sebagian pria masih ada yang mengecek kembali keadaan rumah mereka. Namun hal itu tidak bisa dilakukan dikarenakan masih terhalang oleh petugas pemadam kebakaran.
Sebelumnya, diketahui kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat terbakar pada Senin (29/3) dini hari. Api berkobar hebat hingga terlihat dari jarak sejauh lima kilometer.
Sampai saat ini korban diketahui berjumlah 28 orang, 5 di antaranya mengalami luka berat. Korban yang mengalami luka-luka, baik luka ringan maupun berat, telah dilarikan ke rumah sakit sekitar.
Pemerintah setempat diketahui terus berupaya untuk mengatasi musibah tersebut agar bisa cepat diselesaikan. Tak hanya itu, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat juga mengimbau untuk mengevakuasi warga sekitar dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan. Mengingat kebakaran terjadi masih dalam masa pandemi virus COVID-19.
Kilang VI Balongan diketahui merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero). Kegiatan bisnis utama di kilang yang mulai beroperasi pada 1994 ini adalah mengolah minyak mentah dari Duri dan Minas menjadi produk-produk BBM (Bahan Bakar Minyak), non BBM dan Petrokimia.
(wk/wahy)