Ledakan Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Jadi Sorotan Media Asing
Instagram/info_kejadian_makassar
Nasional
Ledakan Gereja Katedral Makassar

Selain menjadi trending topic di Twitter, peristiwa ledakan bom bunuh diri yang mengguncang Gereja Katedral Makassar usai digelarnya misa Minggu Palma (28/3) kemarin, rupanya turut disorot media asing.

WowKeren - Ledakan bom bunuh diri yang mengguncang Gereja Katedral Makassar usai digelarnya misa Minggu Palma (28/3) kemarin, menjadi sorotan dunia. Media-media asing ramai memberitakan peristiwa yang menuai banyak kecaman ini.

Seperti Associated Press yang mengulas peristiwa itu dalam salah satu artikelnya berjudul 'Suicide bomb hits Palm Sunday Mass in Indonesia, 20 wounded'. "Dua penyerang yang diyakini anggota jaringan militan yang menyatakan sumpah setiap pada kelompok Islamic State meledakkan diri mereka di luar sebuah katedral Katolik Roma yang penuh sesak saat Misa Minggu Palma di Pulau Sulawesi, Indonesia, melukai sedikitnya 20 orang, kata polisi," tulis Associated Press dikutip pada Senin (29/3).

Media Inggris BBC, juga menyoroti bom bunuh diri itu dalam artikel berjudul 'Indonesia bombing: Worshippers wounded in Makassar church attack'. "Dugaan serangan bom bunuh diri di luar sebuah gereja Katolik di kota Makassar, Indonesia menyebabkan sedikitnya 14 orang luka-luka, kata polisi," tulis BBC dalam artikelnya itu.


Kemudian ada media Belgia The Brussels Times yang turut menyorot bom bunuh diri ini dalam artikelnya berjudul 'Islamic State supporter involved in suicide attack against church in Indonesia'. "Salah satu dari dua pelaku bom bunuh diri yang menyerang sebuah katedral di Indonesia pada Minggu (28/3) merupakan anggota gerakan radikal yang mendukung Islamic State (IS) dan pernah melakukan serangan-serangan sebelumnya terhadap gereja-gereja di negara tersebut dan di Filipina, polisi mengumumkan," demikian bunyi awal artikel The Brussels Times.

Sebelumnya diketahui, peristiwa ini ternyata mendapat sorotan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS). Menurut Kedubes AS, aksi terorisme tersebut sangat mencederai toleransi di Indonesia.

Selain mencederai toleransi, Kedubes AS juga menilai aksi tersebut telah merusak penghormatan atas keberagaman masayarakat Indonesia. "Serangan terhadap jemaat yang sedang beribadah mencederai toleransi dan penghormatan atas keberagaman yang dijunjung tinggi oleh rakyat Indonesia," kata Kedubes AS dalam pernyataan yang dirilisnya, Senin (29/3).

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts