Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 juga melaporkan 132 kasus kematian pada hari ini, dengan demikian total korban jiwa pandemi corona di Indonesia kini telah mencapai 40.581 kasus.
- Bertilia Puteri
- Senin, 29 Maret 2021 - 20:04 WIB
WowKeren - Kasus positif virus corona (COVID-19) harian telah menunjukkan penurunan selama sebulan terakhir ini. Jika kasus COVID-19 harian pada Februari 2021 berkisar di angka 7-12 ribu kasus per hari, pada Maret 2021 jumlah tersebut menurun menjadi kisaran 4-7 ribu kasus per hari.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan 5.008 kasus positif corona pada Senin (29/3) hari ini. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus COVID-19 di Tanah Air kini telah menembus angka 1,5 juta kasus, tepatnya 1.501.093 kasus positif.
Jumlah pasien COVID-19 yang dilaporkan sembuh pada hari ini lebih banyak dibanding kasus positif harian. Dengan tambahan 5.418 pasien pada hari ini, total kasus COVID-19 sembuh di Indonesia kini telah mencapai angka 1.336.818.
Meski demikian, Indonesia masih terus melaporkan kasus kematian akibat COVID-19. Satgas COVID-19 melaporkan 132 kasus kematian pada hari ini, dengan demikian total korban jiwa pandemi corona di Indonesia kini telah mencapai 40.581 kasus.
Apabila dilihat dari sebarannya, Jawa Barat menjadi wilayah yang melaporkan kasus COVID-19 tertinggi hari ini, yakni 1.610 kasus. Kemudian disusul oleh DKI Jakarta yang melaporkan 1.014 kasus.
Selain Jabar dan DKI, tidak ada provinsi lain yang melaporkan lebih dari 400 kasus COVID-19 pada hari ini. Jawa Tengah melaporkan 388 kasus positif baru, sedangkan Banten melaporkan 328 kasus baru.
Sebelumnya, penurunan kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini disebut merupakan hasil dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. "Penurunan kurva kasus aktif nasional, baik secara jumlah maupun persentasenya, dan peningkatan tingkat kesembuhan, merupakan pengaruh positif dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam 10 pekan," tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Oleh sebab itu, Airlangga menyebut penerapan PPKM Mikro akan terus ditingkatkan untuk memperbaiki situasi pandemi COVID-19. "Ke depannya (PPKM Mikro) tentu akan terus kita tingkatkan dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa kriterianya akan diperketat lagi," pungkas Airlangga.
(wk/Bert)