'River Where The Moon Rises' Dikritik Soal Huruf Tiongkok, Tim Produksi Buka Suara
Instagram
TV

Di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan Korea Selatan, publik Korea menjadi semakin sensitif terhadap masalah budaya dan ketidakakuratan sejarah ini.

WowKeren - "River Where The Moon Rises" menghadapi kontroversi baru. Jika sebelumnya kontroversi datang dari kehidupan pribadi mantan pemeran utama pria yakni Ji Soo, kini permasalahan timbul karena properti yang ditunjukkan dalam drama.

"River Where The Moon Rises" menuai kritikan dari publik tentang adegan yang menampilkan sebuah gulungan surat. Publik menuduh bahwa huruf-huruf pada gulungan itu adalah huruf Tiongkok Sederhana.

Karakter Tiongkok yang disederhanakan tidak dipromosikan dan digunakan secara luas hingga tahun 1950-an, oleh Tiongkok. Plot "River Where The Moon Rises" terjadi selama periode waktu Goguryeo di Korea Selatan, yang memiliki makna sejarah bagi bangsa.

Karena itu, publik mengungkapkan keprihatinan mereka atas ketidakakuratan historis huruf-huruf Mandarin. Tak lama setelah menerima kritik dari publik, KBS2 dan tim produksi drama bergerak cepat untuk menyelesaikan situasi tersebut.


\'River Where The Moon Rises\' Dikritik Karena Pakai Huruf Tiongkok, Tim Produksi Buka Suara

Source: Naver

Seorang pejabat KBS2 menyatakan bahwa, "Ada kesalahan dalam hanja (karakter Tiongkok Tradisional). Tim produksi tidak mengetahui kesalahan ini. Kami meminta maaf kepada pemirsa." Mereka lebih lanjut mengungkapkan telah menghapus adegan itu untuk tujuan penayangan ulang di masa mendatang.

Di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Tiongkok dan Korea Selatan, publik Korea menjadi semakin sensitif terhadap masalah budaya dan ketidakakuratan sejarah ini. Tiongkok sebelumnya telah mengklaim banyak pokok budaya Korea sebagai milik mereka, seperti kimchi, taekwondo, hanbok, bendera Korea, dan banyak lagi.

Karena perseteruan yang terus berlanjut antara kedua negara, publik Korea menjadi lebih vokal tentang penggunaan konten berbahasa Mandarin di media Korea. Sebelumnya, "Joseon Exorcist" SBS dibatalkan hanya setelah dua episode karena penggambaran yang tidak akurat tentang sejarah Korea Selatan, serta penggunaan properti Tiongkok yang berlebihan dalam drama tersebut.

(wk/amal)

You can share this post!

Related Posts