KKB Papua Kembali Tembak Mati Seorang Guru, TNI-Polri Terus Lakukan Pengejaran
Pixabay/Brett_Hondow
Nasional

Setelah menewaskan seorang guru SD pada Kamis (8/4), kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali menembak mati guru SMP pada Jumat (9/4). Berikut penjelasan lengkapnya.

WowKeren - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali berulah. Setelah menembak seorang guru SD hingga tewas, kini mereka merenggut nyawa guru SMP bernama Yonatan Randen.

Menurut keterangan Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia, Yonatan Randen merupakan salah satu guru di SMPN 1 Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Korban ditembak mati di rumahnya pada Jumat (9/4) sekitar pukul 16.45 WIT.

"Betul telah terjadi penembakan terhadap guru SMPN 1 Julukoma hingga meninggal dunia oleh kelompok separatis bersenjata," kata Nyoman dalam keterangannya.

Nyoman mengungkapkan bahwa TNI dan Polri terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut. Di samping itu, aparat juga memperketat pengamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Hingga kini aparat TNI-Polri masih melakukan pengamanan dan pengejaran kelompok KKB tersebut," imbuh Nyoman.


Sehubungan dengan maraknya teror oleh KKB Papua, Kepala Humas Satgas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudussy meminta warga untuk tetap tenang. Terutama karena kepolisian telah mengantongi identitas pelaku dan berhasil melacak keberadaannya.

"Warga Papua agar tidak perlu takut atas teror-teror yang diciptakan oleh KKB ini. Karena TNI-Polri telah mengantongi nama-nama Kelompok Kriminal Bersenjata tersebut yang kini kabur ke wilayah Beoga," ujar Iqbal.

Sebelumnya pada Kamis (8/4) pagi, seorang guru SD bernama Oktovianus Rayo (43) mendadak ditembak oleh orang tak dikenal saat menjaga kios di rumahnya. Penembakan tersebut mengenai bagian rusuk sebelah kanan korban hingga nyawanya tak bisa diselamatkan.

Setelah melakukan penembakan, KKB Papua membakar sejumlah rumah guru dan tiga sekolah di Kabupaten Puncak. Kini berbagai bangunan tersebut sudah rata dengan tanah.

Aksi brutal tersebut menuai kritik keras dari Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri. Polisi juga menduga bahwa pelaku penembakan merupakan anggota KKB pimpinan Sabinus Waker.

"Diperkirakan pelaku merupakan kelompok Sabinus Waker yang sedang menuju ke Ilaga atas undangan Legakak Telenggen. Dalam menuju ke Ilaga mereka melakukan penembakan terhadap seorang guru," ungkap Mathius dalam keterangannya.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts