KKB Papua Tembak Guru dan Bakar 3 Sekolah, Polisi: Kami Buru Pelakunya
Pexels
Nasional

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua semakin meresahkan. Pada Kamis (8/4), mereka menembak seorang guru hingga tewas dan membakar sejumlah bangunan sekolah.

WowKeren - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua kembali berulah pada Kamis (8/4) pagi dan sore. Mereka diketahui telah menembak seorang guru hingga tewas dan membakar rumah-rumah guru serta sejumlah sekolah yang berada di Kabupaten Puncak.

Korban bernama Oktovianus Rayo (43), yang tinggal di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Kejadian bermula sekitar pukul 09.50 WIT ketika orang tak dikenal datang ke rumah Oktovianus.

Korban yang sedang menjaga kios tiba-tiba ditembak hingga mengenai bagian rusuk sebelah kanan. Akibat insiden ini, nyawa korban tak bisa diselamatkan.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengutuk keras aksi penembakan tersebut. Polisi menduga pelaku penembakan merupakan anggota KKB pimpinan Sabinus Waker.

"Diperkirakan pelaku merupakan kelompok Sabinus Waker yang sedang menuju ke Ilaga atas undangan Legakak Telenggen. Dalam menuju ke Ilaga mereka melakukan penembakan terhadap seorang guru," ungkap Mathius.


Setelah menembak guru, KKB membakar rumah pendidik dan sejumlah sekolah secara brutal. Kini bangungan-bangunan tersebut sudah rata dengan tanah. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi, Kombes M Iqbal Alqudussy.

"Informasi terbaru sekira pukul 18.15 WIT, sekolah SD Jambul, SMPN 1 dan SMA 1 Beoga, serta rumah guru dibakar oleh KKB. Sudah rata dengan tanah kondisinya," kata Iqbal kepada detik.com, Kamis (8/4).

Iqbal mengatakan bahwa TNI dan Polri tengah memburu para pelaku sembari menjaga keselamatan warga. "Kami buru pelakunya. Di samping itu, kami terus berjaga demi keselamatan warga," imbuh Iqbal.

Sementara itu, Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB masih menjadi salah satu masalah di Tanah Papua yang hingga kini belum ditemukan solusinya. Belakangan KKB kembali disorot karena semakin beringas. Mereka tak segan membuat nyawa orang lain, baik dari kalangan sipil maupun aparat, melayang begitu saja.

Bulan lalu mereka bahkan mulai berani memaksa masuk ke dekat wilayah PT Freeport Indonesia yang banyak ditinggali masyarakat awam. Karena itulah aparat dari TNI dan Polri melakukan penjagaan dengan semakin ketat.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts