Kepala RSPAD Ungkap Peran Anggota DPR RI di Uji Coba Vaksin Nusantara
Pixabay
Nasional
Kontroversi Vaksin Nusantara

Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI dr. Albertus Budi Sulistya, menilai bangsa Indonesia akan sejajar dengan negara besar jika memiliki vaksin nasional seperti Vaksin Nusantara.

WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) buatan dalam negeri yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Vaksin Nusantara, belakangan tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, sejumlah anggota Komisi IX DPR RI dikabarkan telah menerima suntikan Vaksin Nusantara meski Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia hingga kini belum menurunkan izin untuk pelaksanaan uji klinisnya.

Para anggota dewan tersebut mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta untuk mengikuti uji klinis Vaksin Nusantara pada Rabu (14/4). Menurut Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI dr. Albertus Budi Sulistya, mereka menjadi sampel penelitian Vaksin Nusantara.

"Mereka menjalani penelitian sesuai dengan protokol penelitian," terang Budi di Jakarta, Rabu. Apabila hasil penelitian membuktikan ada perolehan imunitas terhadap COVID-19 dengan pemberian Vaksin Nusantara, tutur Budi, maka hal ini akan menjadi penemuan baru.

"Ini menjadi penemuan yang luar biasa dan aman," kata Budi. Selain itu, ia juga menilai bangsa Indonesia akan sejajar dengan negara besar jika memiliki vaksin nasional apa pun mereknya, baik Vaksin Nusantara maupun Vaksin Merah Putih.


"Indonesia akan sejajar dengan negara- negara besar dan memiliki harga diri bangsa, sekaligus akan membantu perekonomian nasional," jelas Budi. Ada pun saat ini Indonesia disebut Budi masih bergantung pada vaksin dari negara lain.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjadi salah satu relawan uji klinis Vaksin Nusantara ini. Dasco menjelaskan bahwa sampel darahnya telah diambil oleh tim peneliti Vaksin Nusantara untuk diolah hingga satu pekan ke depan.

"Tujuh hari ke depan, darah yang sudah diproses yang hari ini diambil, akan disuntikkan kembali, untuk divaksin kepada yang sudah diambil darahnya," papar Dasco, Rabu. "Jadi rentang waktu tujuh sampai delapan hari, darah yang sudah diambil itu kemudian diproses lalu kemudian dimasukkan lagi ke dalam tubuh kita."

Adapun Vaksin Nusantara ini diyakini Dasco bisa menambah kekayaan vaksin COVID-19 yang kini ada di Indonesia. Terlebih ada sejumlah negara yang melakukan embargo vaksin COVID-19 hingga turut berdampak ke Indonesia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts