Jangan Terlena! Menkes Ingatkan Potensi COVID-19 RI Meledak Bak 'Tsunami' India
Twitter/KemenkesRI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

India baru saja melaporkan 275 ribu lebih kasus positif COVID-19 dalam sehari. 'Tsunami' kasus COVID-19 ini, menurut Menkes Budi Gunadi Sadikin, juga berpotensi terjadi di Tanah Air.

WowKeren - India tengah dihadapkan dengan krisis kesehatan besar pasca mengonfirmasi hampir 300 ribu kasus positif COVID-19 dalam sehari. Banyak dugaan faktor yang melatarbelakangi "tsunami" kasus positif COVID-19 ini, mulai dari ketidakpatuhan protokol kesehatan sampai adanya mutasi ganda pada virus Corona di sana.

Padahal beberapa ahli meyakini India bisa mencapai herd immunity dalam waktu dekat. Kekinian, krisis yang dialami India pun turut ditanggapi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang meyakini Indonesia bisa menghadapi situasi serupa.

Salah satu penyebab utamanya adalah karena Indonesia sudah mulai seperti India, yakni melupakan pelaksanaan prokes yang otomatis meningkatkan risiko penularan. "Prokes (protokol kesehatan) sudah lupa. Kita sudah mulai lupa, tapi belum kayak India," ujar Budi Gunadi dalam sebuah diskusi daring, Minggu (18/4).

Selain itu, Budi Gunadi juga mengaitkan ledakan kasus COVID-19 di India dengan varian B117 asal Inggris yang juga berkembang pesat di sana. Dan varian itu sendiri juga telah ditemukan di Indonesia, meski menurut Budi Gunadi belum sepesat penularan di negeri Bollywood.


"Kita harus lebih banyak genome sequencing di Palembang, Kalimantan Selatan, Medan, dan Karawang. Karena di situ kita lihat sudah ada transmisi lokal," kata Budi Gunadi, dikutip pada Senin (19/4).

"Transmisi impor itu lebih gampang, tinggal di airport atau gerbang nasional. Tapi kalau transmisi lokal, itu artinya yang impor udah menular lokal. Itu yang mesti dijaga," imbuhnya.

Faktor lain yang wajib digarisbawahi, melansir The Hindu, terdapat pula COVID-19 varian B.1.617 yang berkembang pesat di India dan kini sudah mulai "diimpor" ke negara-negara lain. Meski Inggris yang melaporkan terbanyak setelah India, Singapura dan Australia yang notabene mengapit Indonesia juga melaporkan temuan pasien dengan infeksi virus B.1.617 ini.

Namun kekhawatiran ini jelas tak bisa hanya didiamkan begitu saja. Budi Gunadi pun kembali mengingatkan agar tingkat kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 kembali ditingkatkan di seluruh lapisan masyarakat.

Vaksinasi untuk kelompok rentan terutama juga harus benar-benar diprioritaskan. "Selama kita bisa jaga prokesnya terutama di hari-hari keagamaan tidak kumpul kumpul terlalu banyak, mudah-mudahan nggak kayak India," pungkas Budi Gunadi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts