Libatkan RSPAD, Vaksin Nusantara Disebut Bukan Proyek TNI
Unsplash/ Hakan Nural
Nasional
Kontroversi Vaksin Nusantara

Mabes TNI buka suara soal polemik Vaksin Nusantara ini. Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, Vaksin Nusantara bukan proyek TNI.

WowKeren - Vaksin virus corona (COVID-19) yang diprakarsai mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Vaksin Nusantara, menuai kontroversi karena disebut-sebut melanjutkan uji klinis meski belum mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sejumlah anggota DPR RI bahkan disebut terlibat dan menjadi relawan uji klinis Vaksin Nusantara di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta.

Kekinian, Mabes TNI buka suara soal polemik Vaksin Nusantara ini. Menurut Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Achmad Riad, Vaksin Nusantara bukan proyek TNI.

TNI disebut hanya mendukung inovasi yang tengah berjalan untuk penanggulangan pandemi COVID-19. "Bahwa program vaksin Nusantara bukanlah program dari TNI," jelas Achmad di Mabes TNI, Senin (19/4).

Achmad juga memastikan bahwa TNI mendukung Vaksin Nusantara ini dengan catatan. Pedoman atau catatan yang dimaksud tersebut adalah jika Vaksin Nusantara memiliki izin dan telah sesuai dengan kriteria BPOM.


"Sesuai dengan sikap pemerintah terkait berbagai bentuk inovasi dalam negeri seperti vaksin dan obat-obatan untuk penanggulangan COVID-19, maka TNI akan selalu mendukungnya dengan catatan," papar Achmad. "Ada 3 kriteria penting yang harus dipenuhi, yaitu keamanan, efikasi, dan kelayakannya. Selain itu juga perlu pengurusan perizinan, kerja sama TNI dengan berbagai pihak."

Di sisi lain, Direktur Pelayanan Kesehatan RSPAD Gatot Soebroto, Nyoto Widyoastoro, sempat menegaskan bahwa aktivitas di RSPAD bukanlah lanjutan uji klinis Vaksin Nusantara yang sebelumnya digelar di RS Kariadi Semarang. Kegiatan di RSPAD itu disebutnya hanya penelitian tentang sel dendritik sebagai basis Vaksin Nusantara.

"Ini adalah penelitian mengenai vaksin dendritik tapi tidak dilanjutkan, bukan dipindahkan (dari RS Kariadi Semarang)," tegas Nyoto. "Tapi RSPAD memang melakukan penelitian tentang dendritik vaksin."

Selain itu, Nyoto juga menegaskan bahwa penelitian di RSPAD harus dilakukan sesuai kaidah ilmiah. Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan vaksin COVID-19.

"Sebetulnya ini adalah suatu penelitian sel dendritik di RSPAD Gatot Soebroto ya, dan penelitian ini nanti harus mengikuti kaidah ilmiah. Memang secara teori, sel dendritik ini sudah dipakai untuk pengobatan kanker," jelas Nyoto. "Tetapi memang ini dicoba untu barangkali untuk membuat vaksin yang dari dendritik, terutama ditujukkan untuk vaksin. Diharapkan, untuk vaksin COVID tapi ini harus dengan penelitian yang baik."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts