Oprah Winfrey Ungkap Traumanya Hampir Dibunuh Di Tangan Sang Kakek
Selebriti

Oprah Winfrey faktanya juga memiliki trauma yang sangat dalam dari kejadian masa lalunya. Oprah lantas menceritakan trauma masa lalunya tersebut kepada publik.

WowKeren - Tak banyak yang tahu, nyatanya presenter kondang Hollywood Oprah Winfrey menyimpan rasa trauma yang dalam di masa lalunya. Cerita itu Oprah bagikan kepada publik melalui wawancara eksklusif bersama Entertainment Tonight.

Oprah menceritakan tragedi menyeramkan tersebut kepada publik dengan mata yang berkaca-kaca. Secara mengejutkan, Oprah mengaku hampir dibunuh di tangan kakeknya sendiri.

Semuanya bermula saat Oprah dan sang nenek sedang tidur di kamar dan ranjang yang sama. Sementara itu, kakek Oprah telah tidur di ruangan sebelah kamarnya.

Namun, Oprah menyebut sang kakek tiba-tiba saja bangun dan menghampirinya dan neneknya yang tengah tertidur. Saat Oprah baru saja sadar dari tidurnya, tangan sang kakek tiba-tiba saja sudah melingkar di leher neneknya. Dengan kata lain, kakek Oprah tengah berusaha untuk mencekik sang nenek yang tengah tertidur.

"Nenek saya dan saya tidur di tempat tidur bersama. Kakek saya berada di sebuah kamar di sisi lain tembok dan suatu malam di tengah malam, kakek saya bangun dari tempat tidur dan masuk ke kamar," kenang Oprah. "Dan aku bangun dan tangannya melingkari leher nenekku dan dia berteriak."


Panik dan takut, Oprah menyebut neneknya berhasil mendorong dan melepaskan cekikan sang kakek. Oprah dan sang nenek pun langsung pergi keluar untuk mencari bantuan.

Oprah mengingat betul bahwa ia dan sang nenek harus berlari tengah malam hanya untuk mencari bantuan. Sampai akhirnya, sampailah keduanya di rumah seorang pria bernama Henry yang diketahui merupakan sepupu nenek Oprah.

"Dia berhasil mendorongnya menjauh dan melangkahinya. Dia jatuh. Dia melangkahinya dan berlari ke pintu depan. Aku lari dari tempat tidur bersamanya. Gelap gulita di tengah malam di pedesaan Mississippi," tutur Oprah. "Dan dia keluar ke teras dan mulai berteriak 'Henry, Henry.' Ada seorang lelaki tua yang tinggal di jalan yang kami sebut Sepupu Henry, dia buta."

Sejak kejadian tersebut, Oprah dan neneknya selalu mengamankan pintu kamar mereka dengan sebuah kursi dan sejumlah kaleng. Hal itu bertujuan agar Oprah dan neneknya mengetahui bila sang kakek akan melakukan hal yang serupa.

"Dan setelah kejadian itu nenek saya meletakkan kursi di bawah gagang pintu dan beberapa kaleng di sekeliling kursi. Dan begitulah cara kami tidur setiap malam," pungkas Oprah. "Saya tidur, saya selalu tidur dengan, mendengarkan kaleng-kaleng itu. Mendengarkan apa yang terjadi jika itu kenop pintu bergerak."

(wk/Sisi)

You can share this post!

Related Posts