Varian B1617 Asal India Telah Memasuki Indonesia, Dua Kasus Ditemukan di DKI Jakarta
Pixabay
Nasional
Mutasi Corona Masuk Indonesia

Pemerintah memastikan varian COVID-19 B1617 yang berasal dari India telah memasuki Indonesia. Dua kasus pertama dari varian tersebut ditemukan di wilayah ibu kota DKI Jakarta.

WowKeren - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan bahwa varian COVID-19 B1617 telah memasuki Indonesia. Varian ini sendiri pertama kali ditemukan di India, negara yang saat ini mengalami "tsunami COVID-19".

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, di Indonesia sudah ada dua kasus dengan varian B1617. Temuan ini didasarkan pada hasil pemeriksaan spesimen dalam surveilans whole genome sequencing yang dilakukan pada awal April 2021.

"Semua spesimen (diambil) awal April (2021)," kata Nadia kepada merdeka.com, Selasa (4/5).

Dua spesimen tersebut berasal dari Warga Negara (WN) India dan Warga Negara Indonesia (WNI). WN India yang positif terinfeksi varian COVID-19 B1617 ini merupakan pelaku perjalanan internasional.

Sedangkan untuk asal muasal penularan WNI tersebut masih terus didalami. "Kalau WNI masih ditelusuri karena bukan masuk rombongan kedatangan WNA India kemarin," imbuh Nadia.


Lebih lanjut, Nadia mengatakan bahwa WN India yang membawa varian COVID-19 B1617 itu merupakan eksodus yang sempat menjadi sorotan publik beberapa waktu lalu. "WNA itu WNA India yang kemarin ramai," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa dua kasus COVID-19 dengan varian B1617 telah memasuki Indonesia. "Sudah ada mutasi baru yang masuk yaitu mutasi dari India, ada dua insiden dan keduanya di Jakarta," kata Budi dalam konferensi pers daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/5).

Selain varian asal India tersebut, pemerintah juga berhasil mendeteksi varian baru dari Afrika Selatan. "Satu incident untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu yang ada di Bali," imbuhnya.

Menurut Budi, dua varian ini termasuk dalam kategori mutasi yang sangat diperhatikan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pasalnya, dua varian tersebut lebih mudah menular.

"Ini harus kita jaga mumpung masih sedikit karena mereka pasti akan segera menyebar karena penularannya relatif lebih tinggi daripada yang lain," tandas Menkes.

Sementara itu, kasus COVID-19 India tengah menjadi sorotan dunia dalam beberapa waktu terakhir. Pasalnya, negeri Bollywood tersebut memecahkan rekor dunia dengan penambahan lebih dari 400.000 kasus baru tercatat dalam 24 jam pada Sabtu (1/5) lalu.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts