Ibadah Kenaikan Isa Almasih Saat Pandemi, Menag Yaqut Larang Jemaat Bersalaman-Cium Pipi
Twitter/YaqutCQoumas
Nasional

Usai menerbitkan pedoman ibadah Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Menag Yaqut Cholil Qoumas juga merilis panduan beribadah saat Kenaikan Isa Almasih yang jatuh pada hari yang sama.

WowKeren - Berdasarkan kalender yang disusun negara sejak awal, Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan Kenaikan Isa Almasih jatuh pada hari yang sama, yakni Kamis (13/5). Perayaan hari besar keagamaan dari 3 kepercayaan sekaligus ini pun menjadi sorotan tersendiri karena dilakukan di tengah pandemi COVID-19.

Usai menerbitkan panduan ibadah Lebaran, kini Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas merilis pedoman merayakan Kenaikan Isa Almasih. Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran Menag No. SE 08 Tahun 2021 yang diteken pada Kamis (6/5).

"Saya juga telah menerbitkan edaran panduan penyelenggaraan ibadah peringatan Kenaikan Isa Almasih," ujar Yaqut di Jakarta, Jumat (7/5). "Edaran ini diterbitkan dalam rangka memutus rantai penyebaran COVID-19 sekaligus memberikan rasa aman kepada umat Kristen dan Katolik dalam menjalankan ibadah peringatan Kenaikan lsa Almasih."

Secara garis besar, Yaqut mengatur kebijakannya untuk pengurus tempat ibadah dan jemaat peserta ibadah. Poin pertama yang ditekankan Yaqut untuk pengurus tempat ibadah adalah harus dilakukannya protokol kesehatan ketat serta kapasitas jemaatnya maksimal 50 persen.


"Mengatur jadwal pelaksanaan ibadah (shift) dengan memperhatikan kapasitas dan daya tampung tempat ibadah," demikian bunyi SE Yaqut. "Melakukan pembersihan dan disinfeksi di area tempat ibadah."

Yaqut juga mendorong agar pelaksanaan ibadah dilakukan sesingkat mungkin tanpa mengurangi makna dan penghayatannya. Sedangkan lainnya lebih bersifat teknis seperti menyiapkan hand sanitizer, menyiapkan pintu keluar masuk gereja secara terbatas, serta melakukan pengecekan suhu.

"Para Pengurus/Pengelola tempat ibadah (Gereja) juga memfasilitasi pelayanan ibadah peringatan kenaikan lsa Almasih secara virtual di rumah-rumah," imbuh Yaqut. Ibadah virtual ini rupanya ditujukan untuk anak-anak dan jemaat lanjut usia yang sakit dan rentan tertular COVID-19 yang diimbau tidak ke gereja.

Sedangkan untuk para jemaat, kurang lebih sama yakni diminta untuk mematuhi protokol kesehatan termasuk dengan memakai masker dan Face shield selama di tempat ibadah. Yaqut juga mengimbau para umat menjaga jarak serta tidak terlalu lama di gereja selain untuk kepentingan beribadah.

Yaqut pun tegas melarang peserta ibadah melakukan kontak fisik. "Tidak diperkenankan melakukan kontak fisik, seperti bersalaman, berpelukan dan berciuman pipi," pungkas Yaqut dalam salah satu poin SE-nya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts