Soal TWK Janggal dan Diduga Lecehkan Pegawai Wanita, KPK Balik 'Salahkan' BKN
https://www.bkn.go.id/
Nasional
Polemik Tes ASN Pegawai KPK

Banyak kejanggalan dalam soal TWK yang digunakan untuk menyeleksi pegawai KPK menjadi ASN. Kini KPK pun bersuara dan malah balik melimpahkan tanggung jawab ke BKN.

WowKeren - Sorotan terus terarah pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menggelar seleksi untuk peralihan status pegawai menjadi aparatur sipil negara (ASN). 1.351 pegawai KPK dihadapkan pada rangkaian tes wawasan kebangsaan dan kini sebanyak 75 di antaranya, yang konon juga meliputi penyidik senior Novel Baswedan, dinyatakan gagal.

Yang menjadi sorotan utama adalah materi yang diujikan, yang menurut peserta tidak sesuai dengan tugas pokok fungsi mereka sebagai pegawai KPK. Bahkan ada beberapa soal yang dianggap melecehkan pegawai wanita. Dan polemik soal ini akhirnya diklarifikasi oleh KPK.

KPK menegaskan pihaknya bukan penyelenggara dengan materi tes disusun oleh Badan Kepagawaian Negara (BKN). Dalam penyusunannya, BKN juga bekerja sama dengan lembaga terkait seperti BIN, BAIS-TNI, hingga BNPT.

"Semua alat tes berupa soal dan materi wawancara disusun oleh BKN bersama lembaga-lembaga tersebut," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (7/5)."Sebelum melaksanakan wawancara telah dilakukan penyamaan persepsi dengan pewawancara dari beberapa lembaga tersebut."

TWK ini, tutur Ali Fikri, mencakup Tes Tertulis Indeks Moderasi Beragama dan Integrasi, profiling, serta wawancara. "Dalam pelaksanaan wawancara ada pertanyaan yang dikembangkan dari tes tertulis yang sudah berlangsung sebelumnya," papar Ali Fikri.


Sementara itu, diketahui pula bahwa TNI AD dilibatkan dalam pembuatan soal-soal TWK ini. Namun TNI AD menegaskan, BKN-lah yang ditunjuk memimpin penyusunan soal yang melibatkan sejumlah pihak lain tersebut.

"Secara teknis bahan pertanyaan yang sampaikan dalam tes ASN KPK tersebut bagian dari soal tes yang di susun oleh Tim Asesmen," tutur Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Pranata Santosa kepada Jawa Pos. "Yang dipimpin oleh BKN RI yang dipilih KPK sebagai mitra."

"Seperti yang disampaikan Wakil Ketua KPK Nurul Gufron kepada media bahwa seluruh instansi pelaksana asesmen telah melalui proses penyamaan persepsi dengan BKN RI," imbuhnya. "Melalui rangkaian rapat internal bersama unit terkait guna mempersiapkan asesmen."

Karena itulah Pranata kemudian enggan berbicara lebih jauh soal polemik materi TWK yang diujikan kepada pegawai KPK. "Mungkin lebih tepat jika ditanyakan langsung ke BKN RI," pungkasnya.

Memang terdapat beberapa pertanyaan nyeleneh yang ditanyakan dalam kesempatan tersebut. Mulai dari penggunaan doa qunut saat salat subuh, alasan mengapa belum menikah, sampai pertanyaan berkenan atau tidak jadi istri kedua.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts