Ragam Cara Nekat Mudik di Tengah Larangan, Naik Ambulans Sampai Bak Pikap Ditutup Terpal
Instagram/maul_mindset05
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Beragam cara ditempuh para pemudik nekat agar bisa kembali ke kampung halaman selama masa larangan 6-17 Mei 2021. Termasuk dengan menggunakan ambulans dan pikap.

WowKeren - Pemerintah sudah menegaskan larangan mudik Lebaran mulai Kamis (6/5) kemarin hingga Senin (17/5) mendatang. Penyekatan jalan sampai cegatan juga dilakukan pihak kepolisian mencegah adanya pemudik-pemudik nekat.

Dan dari operasi yang dilakukan pihak kepolisian inilah terungkap beberapa modus pemudik nekat ini. Termasuk dengan menumpang ambulans dan duduk di bak mobil pikap yang ditutup dengan terpal.

Polda Metro Jaya dilaporkan mencegat mobil ambulans di Gerbang Tol Cikarang 1, Bekasi, Jawa Barat. Disebutkan bahwa ambulans tersebut ternyata mengangkut 7 orang, termasuk seorang sopirnya.

"Modus operandi banyak yang digunakan termasuk tadi ada di Cikarang 1. Ada satu buah ambulans yang coba mengelabui," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (7/5).

"Dua orang dewasa, dua orang ibu-ibu, dan dua orang anak-anak," tutur Yusri melanjutkan. "Memang dia menyampaikan dia ada yang sakit dan meninggal dunia, yang akan dijenguk keluar daerah."


Hanya saja mereka tidak bisa menunjukkan kelengkapan seperti hasil negatif swab antigen. Alhasil ambulans itu pun diminta putar balik ke Jakarta.

Sedangkan mobil pikap pengangkut pemudik itu dicegat petugas gabungan di perbatasan Majalengka-Sumedang. Petugas memang mengincar kendaraan yang terkesan mencurigakan, termasuk pikap tersebut.

Dan benar saja, setelah diberhentikan, ternyata terdapat sejumlah orang yang duduk di baknya dan ditutup terpal. "Betul, tadi ada mobil pikap membawa penumpang yang biasa bolak-balik di wilayah ini," papar Kepala Pos Pengamanan Kadipaten, Kompol Sukanto.

Pihaknya memang mencurigai pikap tersebut karena berplat Z, ditutupi terpal, dan berjalan pelan-pelan. Usai disetop, mereka mengaku hendak menjenguk sanak saudara yang baru saja melahirkan.

Namun alasan itu tak langsung dipercayai sehingga petugas menginstruksikan mereka kembali ke daerah asalnya. "adi disarankan kembali ke alamat aslinya untuk sedikit mengurangi jumlah penumpang," terang Sukanto.

Bukan cuma pikap berterpal tersebut, Sukanto juga menemukan pemudik yang berusaha mencuri waktu demi melewati cegatan. "Bahkan tadi ada pemudik yang mengaku sengaja curi waktu cari kesempatan dikiranya ga ada penyekatan," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts