Klaster Tarawih Sebabkan Puluhan Jemaah di Banyuwangi Positif Corona, 6 Orang Meninggal Dunia
commons.wikimedia.org/Zied Nsir
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Satgas Penanganan COVID-19 Banyuwangi mengkonfirmasi adanya klaster tarawih di wilayah tersebut yang menyebabkan puluhan orang terinfeksi virus Corona.

WowKeren - Klaster tarawih dengan jumlah korban cukup besar muncul di Banyuwangi, Jawa Timur. Sebanyak 38 orang dinyatakan positif Corona setelah menjalankan ibadah salat tarawih berjamaah. Bahkan, enam di antaranya meninggal dunia akibat COVID-19.

Berdasarkan keterangan Juru bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono, klaster tersebut muncul di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi. "Iya, ditengarai seperti itu. Karena yang ditemukan pertama jemaah tarawih di masjid Yudomulyo," kata Widji, dilansir dari Kumparan, Sabtu (8/5).

Setelah menemukan kasus pertama, Satgas COVID-19 Banyuwangi melakukan tracing kepada para jemaah yang memiliki kontak erat. Hasilnya, 38 orang di wilayah tersebut dinyatakan positif COVID-19 dengan 6 orang meninggal dunia.

"Setelah dilakukan tracing terhadap kontak eratnya, jemaah lainnya banyak yang positif juga. Enam orang meninggal dunia. Ia positif juga," terang Widji.

Dia melanjutkan, "Untuk yang menjalani perawatan di rumah sakit ada 5 pasien. Sedangkan sisanya tanpa gejala, sehingga isolasi mandiri secara ketat di rumah masing-masing."


Karena terdapat indikasi lebih banyak kasus, Satgas COVID-19 Banyuwangi terus melakukan tracing. Mereka juga bertekad untuk merawat warga yang terinfeksi hingga benar-benar terbebas dari virus asal Wuhan tersebut.

"Sejak awal ditemukan, tracing terus kita lakukan sampai saat ini. Setelah itu kita testing hingga treatment bagi terkonfirmasi positif. Kita obati," tegas Widji.

Untuk mengantisipasi penularan lebih luas, pihaknya telah menutup dan menghentikan aktivitas di masjid tempat ditemukannya klaster tarawih. Selain itu, Satgas juga memberlakukan lockdown di Dusun Yudomulyo dan meminta seluruh warga untuk berdiam di rumah.

Widji memaparkan, "Kita sudah meminta kepada satgas kecamatan dan desa untuk memantau secara intensif di dusun yang diberlakukan pembatasan."

Karena warga diimbau menjalani isolasi mandiri di kediaman masing-masing, Satgas telah memastikan suplai berupa sembako hingga vitamin untuk mereka. "Setiap KK yang isolasi mandiri, mendapat paket bantuan sembako dan vitamin," pungkas Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi tersebut.

Sebelumnya, klaster tarawih juga ditemukan di dua desa di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 44 orang dinyatakan positif COVID-19 setelah mengikuti tarawih berjamaah selama bulan Ramadan.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts