Wakil Dubes RI untuk India, Ferdy Piay (berpakaian batik), dikabarkan meninggal dunia akibat infeksi virus Corona. India sendiri saat ini menjadi titik panas penyebaran wabah COVID-19.
- Elvariza Opita
- Rabu, 26 Mei 2021 - 16:48 WIB
WowKeren - Kabar duka datang dari Kementerian Luar Negeri. Wakil Duta Besar Indonesia untuk India, Ferdy Nico Yohannes Piay dikabarkan meninggal dunia akibat COVID-19.
Informasi ini disampaikan oleh akun Twitter resmi Kedutaan Besar RI untuk New Delhi, @KBRI_NewDelhi, pada Rabu (26/5) pagi. Kinerja apik sang diplomat pun membuat sejumlah orang merasa kehilangan dan turut meninggalkan ucapan bela sungkawa di postingan tersebut.
"@KBRI_NewDelhi berduka cita atas berpulangnya Bapak Ferdy Nico Yohannes Piay, Wakil Duta Besar KBRI New Delhi," cuit akun Twitter resmi KBRI New Delhi. "Kepemimpinan, ketauladanan & kebaikan hati yang telah Bapak curahkan selama bertugas di India akan menjadi kenaikan terbaik yang tak akan terlupakan.#RIP."
Kabar ini pun dibenarkan oleh Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah. Faizasyah pula yang mengabarkan bahwa Ferdy berpulang akibat terjangkit COVID-19 yang kini memang tengah memorak-porandakan India.
"Kemlu kembali berduka. Salah satu putra terbaik Kemlu, Bapak Ferdy Nico Yohannes Piay, Kuasa Usaha Add Interim (KUAI)/DCM KBRI New Delhi telah berpulang karena COVID-19," papar Faizasyah lewat pesan singkat, dikutip dari Detik News.
Sebagai informasi, KUAI/DCM KBRI New Delhi adalah jabatan yang diemban ketika tidak ada duta besar di suatu negara. Ungkapan duka ini juga disuarakan oleh sang Dubes RI untuk India, Sidharto Reza Suryodipuro, lewat akun Twitter-nya.
"Dengan kesedihan tetapi juga terima kasih yang mendalam atas banyaknya kenangan selama kami bekerja sama, saya mengucapkan selamat tinggal kepada seorang teman baik dan kolega yang luar biasa, Ferdy Piay, Chargé d'Affaires (semacam pelaksana tugas) @KBRI_NewDelhi. Semoga dia sekarang beristirahat dengan damai. Om Shanti," tutur Sidharto.
Wabah COVID-19 hingga kini masih menjadi momok mengerikan yang terus menuntut penyelesaian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sudah ratusan juta kasus positif COVID-19 dikonfirmasi sejak wabah ini pertama kali mencuat pada akhir 2019.
(wk/elva)