Aming Sentil Konten Kreator Yang Sering Pamer Harta, Bahas Soal Rasa Empati
Instagram/amingisback
Selebriti

Aming sempat menuliskan sindiran pada para konten kreator yang sering pamer harta. Lantas kini ia pun membeberkan alasannya dengan membahas soal rasa empati.

WowKeren - Belum lama ini Aming terlihat memberikan sindiran terhadap para konten kreator yang kerap memamerkan harta kekayaan. Lantas kini Aming membeberkan alasan mengapa ia melayangkan sindiran tersebut lewat akun Instagramnya.

Mantan suami Evelin Nada Anjani ini mengaku merasa prihatin. Pasalnya banyak orang sedang kesusahan di masa pandemi Corona saat ini akan merasa miris bila melihat konten berisikan tentang pamer harta.

"Karena sekarang zaman susah, sisi lain orang dapat privilege dapat cuan, sisi lain susahnya setengah mampus. Ada yang beli makanan sampe jutaan nggak habis terus dibuang dan dijadikan konten, ada orang lain yang nyari sesuap nasi susah," ungkap Aming pada di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (25/5).

Menurut Aming, mereka yang kerap pamer harta kekayaan telah tak punya empati pada orang-orang yang kesusahan. Aming pun menanggapi cibiran yang kerap menyebut dirinya iri ketika mengkritik soal konten tersebut.


"Terus ada yang bilang 'iri bilang bos' lu gila ya, emang duit elu tapi nggak ada empatinya," sambungnya. Lebih lanjut, Aming juga memberikan saran agar para konten kreator bisa menyajikan karya yang lebih bernilai dan dapat bermanfaat untuk banyak orang.

"Kalau idealnya gue kalau udah jadi konten kreator segede itu, gue sih akan split ke konten-konten yang lebih bermanfaat lagi, lebih punya nilai, itu pilihan gue. Tapi orang kan beda-beda," jelas Aming .

Kendati demikian, Aming berharap agar para konten kreator bisa memikirkan lebih matang untuk dapat menyajikan karya yang bermanfaat tanpa menyakiti orang lain. "Tugas mereka untuk pikirin, untuk bijak lagi, untuk men-deliver konten apa yang menyenangkan orang tapi nggak menyakiti orang," sambungnya.

Aming pun menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan adalah hanya sebuah pendapat. Ia pun menyadari bahwa setiap orang akan memiliki persepsi yang berbeda.

"Sebenernya itu masalah persepsi, ada banyak orang bikin konten receh purpose-nya apa? Kalau buat ketawa-ketawa gila itu tetap punya nilai, atau ada orang yang suka konten berat, ya segala sesuatu nggak ada yang salah asal itu punya value," tutup Aming.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts