Ahli Virologi Ungkap Efektivitas Vaksinasi COVID-19 Terbukti Berhasil Atasi Pandemi
pixabay.com/Ilustrasi
Nasional

Saat ini Indonesia tengah gencar-gencarnya melakukan vaksinasi COVID-19. Sementara itu, ahli Virologi mengungkapkan efektivitas vaksinasi telah terbukti di beberapa negara.

WowKeren - Vaksin COVID-19 saat ini menjadi kebutuhan utama bagi setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Seperti yang diketahui, hingga saat ini pandemi COVID-19 belum juga berakhir, malah banyak mutasi baru yang bermunculan.<,/p>

Terkait dengan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, di beberapa negara terbukti bahwa vaksinasi cukup efektif dalam mengendalikan pandemi. Tentunya, efektivitas vaksinasi COVID-19 itu tentunya dikarenakan cakupan vaksinasi yang sudah cukup luas.

"Di Inggris yang cakupan vaksinasinya di atas 50 persen dan Amerika di atas 40 persen, kasus COVID-19 sudah turun dengan angka yang luar biasa," tutur Ahli Virologi I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Jumat (4/6). "Awal Januari 2021, kasus di Inggris hingga 70 ribu, sekarang hanya 2 ribu hingga 3 ribu kasus per hari."

Di Indonesia sendiri, telah melakukan vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan yang cakupannya sudah mendekati 100 persen untuk dosis kedua. Dengan begitu, kasus COVID-19 telah jauh menurun dibandingkan dengan sebelum pelaksanaan vaksinasi.


"Jadi pandemi akan segera kita bisa akhiri dengan vaksinasi tentunya dengan cakupan di atas 50 persen dari penduduk," lanjutnya. "Apalagi kalau mencapai lebih dari 70 persen."

Lebih lanjut, Mahardika juga menyampaikan bahwa nantinya saat cakupan vaksinasi di Indonesia sudah lebih dari 50 persen, protokol kesehatan seperti 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) tidak boleh dilonggarkan. Hal itu dikarenakan juga bisa mencegah terserang virus lainnya.

Hingga Rabu (2/6), vaksinasi COVID-19 Indonesia baru mencakup sekitar 27,6 juta dosis atau 6 persen. Meski demikian, Mahardika optimis bahwa Indonesia bisa mencapai vaksinasi COVID-19 sebanyak 50 persen hingga 70 persen.

"Meskipun masih 6 persen, barangkali kita bisa kumpulkan data guru-guru dan petugas publik yang sudah divaksinasi, apakah data kesakitan atau kematian mengalami penurunan," jelas Mahardika. "Kalau itu terjadi, maka begitu angka 50 persen tercapai atau idealnya 70 persen tercapai, maka kita sudah bisa mengatakan pandemi terkendali."

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait