Awalnya, seorang warganet mengadukan peristiwa pelecehan seksual yang dialami temannya di KRL Cikarang. Dalam unggahan tersebut, petugas disebut tak dapat membuat laporan karena tidak ada bukti kuat.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 05 Juni 2021 - 18:54 WIB
WowKeren - Akun resmi KAI Commuter meminta maaf atas respons salah satu admin terkait aduan pelecehan seksual di KRL. Respons KAI Commuter ini viral dan ramai diperbincangkan di Twitter.
Awalnya, seorang warganet mengadukan peristiwa pelecehan seksual yang dialami temannya di KRL Cikarang. Dalam unggahan tersebut, petugas disebut tak dapat membuat laporan karena korban tidak memiliki bukti kuat.
"@CommuterLine tindakan teman saya udah bener. Nendang!! Gk mungkin dong orang pulang kerja capek masa tiba2 nendang2 orang," cuit pengguna Twitter tersebut. "Petugas gak buat laporan apa2 karna tidak ada bukti. Trus kalo gesekan gitu hrs bukti apa? Sempet orang moto? Bukti cairan??"
Akun resmi KAI Commuter, yakni @CommuterLine yang telah diverifikasi lantas memberikan balasan yang kini telah dihapus. "BTW kejadian nya di alami sama temen Mba kan.?? bukan sama mbak nya?? Kenapa gak langsung Lapor Polisi aja Mbanya? dan kalo lapor polisi si mba nya pun harus ada bukti..." demikian respons akun resmi bercentang biru tersebut.
Balasan KAI Commuter tersebut pun kini telah dihapus. Pihak KAI Commuter juga menyampaikan permintaan maaf terkait balasan tersebut.
"Kami mohon maaf atas kekeliruan Agent dalam merespon kritik dan saran yang disampaikan selanjutnya petugas akan diberikan pembinaan," tulis akun resmi KAI Commuter. "Hal tersebut tidak kami benarkan dan tidak mencerminkan layanan KRL Commuter Line secara keseluruhan."
Pihak KAI Commuter juga disebut telah melakukan pembinaan terhadap admin yang menuliskan balasan tersebut. Selain itu, perusahaan juga telah menghubungi korban dan siap mendampingi apabila kasus ini hendak dilanjutkan ke kepolisian.
"Untuk selanjutnya agar dapat di proses, dan untuk nomor pelaporan kejadian sudah kami berikan kepada korban," lanjutnya. "Tentunya kami terus melakukan evaluasi agar kekeliruan tersebut tidak terulang kembali kedepannya."
(wk/Bert)