Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Dengan Estimasi Jarak Luncur Capai 1,6 Kilometer
Instagram/bpptkg
Nasional

Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan aktivitas. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi melaporkan Merapi mengeluarkan awan panas.

WowKeren - Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada Minggu (6/6) pagi. Gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu mengeluarkan guguran awan panas sebanyak 2 kali.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menginformasikan bahwa guguran awan panas pertama terjadi pukul 04.08 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1600 meter. Sementara gelombang kedua terjadi pada pukul 06.08 WIB dengan jarak luncur 1200 meter.

Informasi tersebut dibagikan BPPTKG lewat akun media sosial resmi mereka. "Awan panas guguran #Merapi tanggal 6 Juni 2021 pukul 04.08 WIB , tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 mm dan durasi 125 detik, estimasi jarak luncur 1600 m ke arah barat daya #MerapiSiafa sejak 5 November 2020," tulis BPPTKG pada Minggu (6/6).

Gunung Merapi Kembali Muntahkan Awan Panas Dengan Estimasi Jarak Luncur Capai 1,6 Kilometer

Instagram Story


"Awanpanas guguran #Merapi tanggal 6 Juni 2021 pukul 06.08 WIB , tercatat seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 83 detik, estimasi jarak luncur 1200 m ke arah barat daya. #MerapiSiaga sejak 5 November 2020," sambungnya.

Pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, guguran lava pijar juga teramati empat kali meluncur dari Gunung Merapi dengan jarak maksimum 1.000 meter (1 km) ke arah barat daya.

Berikutnya, tujuh kali gempa hembusan dengan amplitudo 2-9 mm selama 9-26 detik, lima kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 38-75 mm selama 10-24 detik, dan satu kali tektonik jauh dengan amplitudo 15 mm selama 101 detik.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga. Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

(wk/amel)

You can share this post!

Related Posts