Puluhan kasus COVID-19 yang mendorong micro lockdown satu RT di Kayu Putih, Jakarta Timur, ini lantas ditanggapi oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak.
- Bertilia Puteri
- Senin, 07 Juni 2021 - 12:45 WIB
WowKeren - 22 warga Kayu Putih, Jakarta Timur, dinyatakan positif terpapar virus corona (COVID-19) berdasarkan hasil tes swab PCR. Hal ini membuat RT 11 RW 9 Kayu Putih terpaksa menerapkan micro-lockdown selama dua pekan.
"Jadi tracing 98 orang, positif 22, jumlah negatif 76 orang," papar Lurah Kayu Putih, Artika Ristiana, dikutip dari detikcom, Minggu (6/6).
Awalnya, seorang warga dinyatakan positif COVID-19 setelah menyambangi Taman Pintar di lingkungan RT 11. Setelah penelusuran kontak dilakukan, ditemukan ada puluhan warga positif COVID-19. Artika pun menduga penularan berasal dari klaster keluarga.
"Terus kita tracing ternyata dapatlah warga-ini kita tracing. Awalnya saya kira klaster gereja, tapi ternyata masuknya klaster warga ya, klaster permukiman," paparnya. "Jadi yang positif kan 22 orang, yang dirawat di Wisma Atlet ada 15 orang, kemudian isolasi mandiri ada empat, di RS HJ (Harapan Jayakarta) ada tiga."
Puluhan kasus COVID-19 yang mendorong micro lockdown satu RT di Kayu Putih ini lantas ditanggapi oleh anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak. Gilbert menyinggung keseriusan Pemprov DKI yang kini dinilainya lebih mengurusi jalur pesepeda road bike dibanding menangani COVID-19.
"Pengawasan harus ditingkatkan dengan serius, bukan bikin jalur road bike yang serius," ujar Gilbert.
Lebih lanjut, Gilbert meminta Pemprov DKI untuk tidak kehilangan fokus dalam menangani pandemi COVID- 19 di Ibu Kota. Menurutnya, kasus COVID-19 di Ibu Kota masih tinggi.
"Sebaiknya Pemprov jangan kehilangan fokus dalam suasana pandemi sekarang ini," ujar Gilbert. "DKI adalah episentrum, dampaknya juga nasional. DKI masih paling tinggi."
Sementara itu, kebijakan micro lockdown yang diterapkan di RT 11 RW 9 Kayu Putih dinilai Gilbert perlu didukung. "Saya kira itu kebijakan yang harus didukung, dan jadi menimbulkan persoalan karena timbul di beberapa tempat. Artinya ini sebelumnya ada kumpul-kumpul atau kerumunan tanpa masker," pungkasnya.
Di sisi lain, lockdown akibat puluhan kasus positif COVID-19 juga dialami RT 006 RW 003 Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Jumlah kasus aktif Corona di RT ini sebanyak 13 orang dengan total 10 rumah.
(wk/Bert)