Ganjar Pranowo Buka Suara Usai Dapat Dukungan Untuk Maju Pilpres 2024
humas.jatengprov.go.id
Nasional
Polemik Ganjar vs Puan

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menegaskan bahwa dirinya saat ini memprioritaskan penanganan pandemi virus corona (COVID-19), terutama karena kini sedang ada kenaikan eksponensial.

WowKeren - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapat dukungan dari kelompok relawan Jokowi Mania (JoMan) untuk maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meski demikian, Ganjar menilai masih terlalu dini untuk berbicara mengenai Pilpres 2024.

"Ya, yang pertama buat saya terlalu dini," tutur Ganjar dalam acara "Kabar Petang" yang disiarkan di tvOne, Senin (7/6). "Yang kedua, kami punya tanggung jawab untuk membereskan COVID-19 dulu. Apalagi sampai hari ini terjadi kenaikan eksponensial."

Lebih lanjut, Ganjar menjelaskan bahwa dirinya adalah kader PDI Perjuangan. Sementara itu, urusan Capres di PDIP bukan merupakan kewenangannya, melainkan kewenangan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum.

"Seluruh anggota PDI Perjuangan tahu persis bahwa urusan Capres itu bukan urusan Ganjar dan bukan urusan Gubernur," kata Ganjar. "Tapi ini urusan Ketua Umum yang sudah didelegasikan pada saat Kongres ke-5."


Meski namanya kerap masuk dalam tiga besar kandidat Capres dalam berbagai hasil survei, Ganjar sebagai seorang kader PDIP mengaku tak boleh geer atau besar kepala. Ganjar menegaskan bahwa prioritasnya saat ini adalah menangani pandemi COVID-19.

"Kami punya tugas untuk selesaikan amanah yang diberikan di masing-masing kami sebagai kader. Ada Gubernur, ada Bupati, ada Wali Kota, mungkin ada yang jadi Menteri. Ada yang struktural partai, ada di DPR, DPRD," tuturnya. "Dan, itu tugas yang mesti diselesaikan sehingga saya lebih tertarik berkonsentrasi menangani pandemi ini."

Terlepas dari hal tersebut, Ganjar tetap menghormati suara dukungan yang disampaikan JoMan terhadap dirinya. Namun Ganjar menegaskan bahwa dirinya kini berkonsentrasi untuk menghadapi pandemi COVID-19.

"Ketika kita masih konsentrasi untuk mengurusi sebuah wabah yang sebenarnya kita bisa memasukkan sebagai kategori bencana karena penyakit, rasanya kok tidak enak ya mbak kita bicara rebutan jabatan, kita bicara polling, kita bicara dukung-mendukung," pungkasnya. "Ya tentu saya menghormati seluruh suara. Tapi, buat saya sendiri rasanya-rasanya malu mbak kalau saya bicara itu. Rasa-rasanya Ganjar tidak hebat menangani pandemi, Ganjar tidak hebat menanangani ekonomi pasca pandemi. Masa kemudian kita mau ngomong soal jabatan tertinggi nasional."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts