Komisi X DPR Sepakat Dengan Instruksi Presiden Jokowi Soal Sekolah Tatap Muka
Pexels.com/Tima Miroshnichenko/Ilustrasi
Nasional
Sekolah di Tengah Corona

Presiden Jokowi turut mendukung adanya pembelajaran tatap muka terbatas yang hanya berlangsung selama dua hari dalam satu pekan. Komisi X DPR RI pun turut menyepakati hal tersebut.

WowKeren - Sekolah tatap muka akan segera dilakukan pada bulan Juli mendatang. Terkait dengan pelaksanaannya, Presiden Joko Widodo turut memberikan dukungannya. Jokowi meminta pelaksanaan sekolah tatap muka hanya dilakukan dua kali selama satu pekan.

Di sisi lain, Komisi X DPR RI sepakat dengan apa yang diusulkan oleh Presiden Jokowi. Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan hal itu dikarenakan kondisi COVID-19 di Indonesia masih cukup mengkhawatirkan. Apalagi saat ini sejumlah daerah juga turut mengalami lonjakan kasus COVID-19.

"Prinsipnya kita setuju, kita menganggap apa yang dilontarkan oleh Pak Presiden sebagai langkah antisipasi yang akhir-akhir ini COVID-19 posisinya lagi naik," tutur Syaiful, Senin (7/6). "Jadi, kita bisa pahami opsi dari Pak Presiden seminggu hanya dua hari dan dua jam."

Selain itu, Syaiful juga mengatakan perlu adanya Satgas internal COVID-19 di sekolah. Satgas itu nantinya akan bertugas untuk menjalin koordinasi dengan pihak terkait.


"Hasil rapat kami dengan Kemendikbudristek, kami mendorong sebagai langkah antisipasi bahwa kita sedang memasuki adaptasi baru," terangnya. "Kita minta Kemendikbudristek membuat Satgas internal di sekolah-sekolah masing-masing."

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf meminta hanya sekolah di zona aman saja yang boleh mengikuti dan melaksanakan sekolah tatap muka. Menurutnya, pemerintah daerah juga harus turut andil dan aktif melaporkan kondisi COVID-19 di wilayahnya.

"Kita sudah minta yang dibuka hanya daerah yang aman," terang Dede. "Artinya, kondisi daerah juga sangat perlu diperhatikan. Pemda yang paham daerahnya."

Lebih lanjut, Dede menuturkan bahwa kegiatan sekolah tatap muka memang harus segera dilaksanakan agar tidak terjadi learning loss. "Jadi memang ini adalah cara memulai kembali proses belajar mengajar yang tertunda selama ini," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah memang telah merencanakan menggelar kegiatan sekolah tatap muka pada Juli 2021. Jokowi meminta agar murid yang hadir di kelas hanya sebesar 25 persen dari kapasitas normal.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts