PDIP Kritik Pemprov DKI Jakarta Tak Bisa Yakinkan Warga Untuk Ikuti Vaksinasi COVID-19 Massal
Unsplash/Steven Cornfield
Nasional
Vaksin COVID-19

Sebagian warga DKI Jakarta masih khawatir akan efek samping setelah melakukan vaksinasi COVID-19. Menanggapi hal tersebut, politikus PDIP menilai Pemprov DKI Jakarta tidak bisa meyakinkan warganya.

WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, isu terkait dengan efek samping vaksinasi COVID-19 kembali mencuat. Hal itu membuat masyarakat menjadi semakin sulit untuk turut mengikuti pelaksanaan vaksinasi massal karena ada rasa kekhawatiran yang mucul.

Kekhawatiran itu pun juga muncul di sebagian masyarakat DKI Jakarta. Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PDIPD DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan bahwa hal itu terjadi karena Pemprov tidak dapat meyakinkan warga selama sosialisasi vaksin COVID-19.

"Sikap masyarakat seperti itu akibat pemahaman terhadap vaksin yang belum clear," tutur Gembong kepada wartawan, Minggu (13/6). "Kenapa itu terjadi? Karena Pemprov tidak melakukan sosialisasi yang dapat meyakinkan kepada masyarakat tentang arti pentingnya vaksin."

Gembong menuturkan seharusnya Pemprov DKI Jakarta menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dalam meyakinkan masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi COVID-19. Menurutnya, hal itu penting dilakukan karena masih ada warga yang tidak percaya dengan COVID-19.


Sementara itu, anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan bahwa lemahnya sosialisasi menjadi penyebab warga masih takut untuk mengikuti vaksinasi COVID-19. Oleh sebab itu, pihaknya meminta Pemprov DKI untuk tidak menyerah dalam melaksanakan sosialisasi terkait dengan vaksinasi COVID-19.

"Lemahnya sosialisasi dan Pemprov DKI Jakarta jangan lelah terus meyakinkan kepada warga," ujar Mujiyono. "Yang perlu ditekankan adalah semua pihak terkait harus melakukan secara terus-menerus meyakinkan ke warga tentang perlunya vaksinasi, itu yang harus dilakukan."

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyampaikan bahwa masih ada sejumlah warga Ibu Kota yang khawatir akan efek samping vaksin COVID-19. Selain itu, warga juga mengkhawatirkan terkait isu-isu kandungan vaksin COVID-19 haram.

"Betul, kalau dilihat 1 dari 3 masih banyak kekhawatiran efek samping dan ada juga yang mengkhawatirkan isu halal-haram," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes DKI Lies Dwi dalam diskusi yang digelar secara virtual, Minggu (13/6).

Lies menuturkan bahwa warga yang khawatir dengan vaksinasi COVID-19 perlu diperlakukan secara khusus agar mau divaksin. Meski demikian, Lies menilai ada dampak positif dari ketakutan warga tersebut yakni bisa jadi mereka makin taat terhadap prokes 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas).

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts