BIN Ungkap Alat Negara Banyak Dimasuki Satelit Mata-Mata Asing
Unsplash/SpaceX
Nasional

Keamanan suatu negara tentunya menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga kerahasiaan data-datanya. Akan tetapi, BIN mengungkapkan bahwa banyak peralatan negara Indonesia yang ditempeli oleh mata-mata asing.

WowKeren - Setiap negara di dunia pasti memiliki badan intelijen atau mata-mata untuk mengawasi keamanan masing-masing negaranya. Sama halnya dengan Indonesia juga memiliki mata-mata negara yang disebut dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto belakangan ini menyebut bahwa tidak sedikit dari peralatan negara yang digunakan Indonesia untuk menjaga keamanan ditempeli oleh satelit mata-mata pihak asing. Hal ini diungkapkan oleh Wawan saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar oleh Alumni GMNI dengan judul Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional: Strategi, Kebijakan dan Pembangunan Sesuai Karakter Bangsa pada Selasa (15/6).

"Peralatan (negara) ini di antaranya juga banyak yang ditempeli satelit mata-mata oleh pihak luar," tutur Wawan dalam diskusi tersebut.

Meski demikian, Wawan tidak memberitahukan secara rinci peralatan dan jenis apa saja yang banyak ditempeli oleh mata-mata asing. Menurutnya, peralatan-peralatan tersebut harus segera dievaluasi untuk menghindari hal-hal buruk yang tidak diinginkan.


Lebih lanjut, Wawan menuturkan bahwa jika perlu, peralatan-peralatan yang telah ditempeli oleh mata-mata asing itu diganti dengan yang baru dan lebih aman dari pihak luar. Hal tersebut seharusnya menjadi perhatian khusus dari pemerintah agar ke depannya nanti tidak terjadi kebocoran data yang dapat merugikan negara.

"Ini harus menjadi perhatian kita semua, bagaimana bisa menciptakan satelit sendiri sehingga tidak bergantung kepada satelit pihak lain yang akhirnya terjadi kebocoran-kebocoran," papar Wawan.

Tidak hanya BIN, Wawan juga mengimbau semua pihak bisa benar-benar menjaga dan memperhatikan sistem keamanan nasional. "Jadi penguasaan teknologi menjadi demikian penting supaya semua pihak memperhatikan dari sistem keamanan nasional," beber Wawan.

Di sisi lain, Wawan juga menyebut bahwa generasi milenial sebanyak 85 persen di Indonesia rawan terpapar radikalisme. Menurutnya, mereka bisa terpapar radikalisme melalui sosial media. "Ada survei dari BNPT terbaru, bahwa 85 persen generasi milenial rentan terpapar radikalisme," tutup Wawan.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait