Begini Respons Istana Soal Desakan PSBB-Lockdown dari WHO dan Sultan Yogya
Pixabay/Eugen Visan
Nasional
PSBB Corona

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) sampai Jubir Jokowi ikut mengomentari soal desakan PSBB, bahkan lockdown, demi menangani lonjakan besar kasus COVID-19 yang tengah terjadi.

WowKeren - Lonjakan COVID-19 di Tanah Air memicu sejumlah pihak meminta pemerintah untuk menerapkan pembatasan aktivitas lebih ketat seperti lockdown atau kembali ke era pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Bukan hanya disampaikan lewat petisi dari masyarakat, tetapi juga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Sultan DI Yogyakarta Hamengkubuwono X.

Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pun menanggapi desakan lockdown dan PSBB tersebut. Deputi II KSP Abetnego Tarigan menegaskan pemerintah akan tetap di jalur kebijakan saat ini, yakni pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"KSP tentu sejalan dengan KPCPEN (Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional)," tutur Abetnego, Sabtu (19/6). "Seperti yang disampaikan oleh Satgas, bahwa PPKM harus diperkuat dengan penegakan disiplin yang lebih kuat dan membangun kesadaran masyarakat."

Saat ini, menurut Abetnego, masyarakat seharusnya lebih fokus dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19. "(Penerapan prokes yang) kuat dan tegas harus diletakkan bukan hanya dari sisi pemerintah, tetapi juga dari semua pihak, yakni masyarakat dan pelaku usaha," terang Abetnego.


"Kita menemukan sudah banyak di tingkat masyarakat seperti di RT, perumahan, yang memperketat kembali. Ini bagus," imbuhnya.

Sementara untuk keinginan Sultan HBX me-lockdown Yogyakarta, Abetnego menilai seharusnya dikoordinasikan antara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di daerah dengan nasional. "Jadi dapat dicek ke Satgas nasional sejauh mana perkembangan pandangan pemikiran Gubernur DIY," pungkasnya.

Pada kesempatan berbeda, Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya pemerintah masih dalam satu pandangan yang sama, yakni PPKM Mikro efektif dalam mengendalikan wabah COVID-19.

"Sampai saat ini, secara empiris pemerintah melihat PPKM Mikro efektif," tutur Fadjroel. "Untuk mengatasi pandemi COVID-19."

Lonjakan kasus COVID-19 memang tengah dijumpai di berbagai titik Tanah Air, terbukti dari angka kasus positif baru yang mencapai 12.990 pada Jumat (18/6). Namun secara garis besar Pulau Jawa masih menjadi pusat penyebaran wabah dengan kini didominasi oleh virus Corona varian Delta yang jauh lebih mudah menular.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts