Ojol Tetap Diizinkan Lewati 10 Titik Pembatasan Mobilitas di Jakarta
Unsplash/Afif Kusuma
Nasional
PSBB Corona

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, mengungkapkan bahwa masyarakat menjadi lebih taat aturan dalam dua hari pelaksanaan pembatasan mobilitas di 10 titik Ibu Kota.

WowKeren - Polda Metro Jaya mulai membatasi mobilitas pengguna jalan di 10 titik lokasi mulai Senin (21/6) lalu. Pembatasan tersebut berlaku setiap hari mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan mengizinkan pengemudi ojek online alias ojol untuk melintas di 10 kawasan tersebut. "Dari sejak awal Ojol kalau dia misalnya mau nganter order, mengambil order boleh tidak ada penutupan," jelas Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, kala meninjau salah satu titik penyekatan pada Selasa (22/6) malam.

Menurut Sambodo, masyarakat lebih disiplin dan taat aturan dalam dua hari pelaksanaan pembatasan 10 kawasan tersebut. "Nah Alhamdulillah dengan adanya penutupan pembatasan mobilitas tersebut di kawasan-kawasan itu terjadi perubahan situasi yang signifikan, mereka lebih tertib lebih taat aturan, baik misalnya dari sisi kerumunanya hilang," ungkapnya.


Melansir detikcom, barrier pembatas dan cone oranye telah terpasang di persimpangan antara Jalan Kemang Raya, Jalan Kemang Utara dan Jalan Kemang 1, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/6) pukul 21.00 WIB. Sejumlah petugas kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP juga tampak berjaga di lokasi.

Akses keluar masuk masih dibuka untuk para ojol dan penghuni. Namun ojol yang hendak masuk ke Jalan Kemang Raya akan diminta untuk menunjukkan bukti orderan. Sedangkan penghuni akan diminta untuk memperlihatkan identitas KTP sehingga boleh masuk ke kawasan tersebut.

Sebelumnya, sejumlah ojol mengaku mengalami penurunan order pasca penerapan pembatasan mobilitas di Ibu Kota. Salah seorang driver ojol bernama Junaedi mengaku baru mengetahui kebijakan penyekatan tersebut usai polisi mulai memasang pembatas.

"Kalau tutup begitu mah keganggu lah, sana-sini kita susah. Kalau masih di daerah kita masih bisa lewat," kata Junaedi di Cikini Raya, Jakarta Pusat, Senin (21/6). "Kalau di daerah orang kan susah masuk, apa lagi kalau dapet order enggak mungkin jarak deket, jarak jauh juga."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts