Jubir Satgas COVID-19 WIku Adisasmito mengingatkan tidak semua pasien positif harus dirawat di rumah sakit meski sedang sangat melonjak di Indonesia. Ini penjelasan Wiku selengkapnya.
- Elvariza Opita
- Jumat, 25 Juni 2021 - 12:18 WIB
WowKeren - Indonesia kembali mencetak rekor baru kasus harian COVID-19. Bila sebelumnya di kisaran belasan ribu, Kamis (24/6) kemarin jumlah pasien baru COVID-19 yang dikonfirmasi dalam 24 jam mencapai 20.574.
Situasi ini pun turut diperhatikan oleh Kementerian Kesehatan yang kemudian membeberkan penyebabnya. "Ini semakin membuat kita untuk terus disiplin menjalankan protokol kesehatan," papar Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.
Siti Nadia menyoroti momen pasca Lebaran serta peningkatan mobilitas masyarakat sebelum, saat, dan setelah masa-masa tersebut. Bahkan tingkat mobilitasnya pun meningkat di tengah larangan mudik yang berlaku.
Situasi ini pun memburuk karena protokol kesehatan yang sudah longgar. "Serta kita ketahui juga dengan dua kondisi yang ada ditambah dengan adanya varian baru ini makin mempercepat laju penularan," imbuh Siti Nadia.
Peningkatan kasus ini jelas harus disikapi dengan hati-hati agar tidak membebani sistem kesehatan Indonesia. Karena itulah, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan pentingnya manajemen yang baik terkait distribusi pasien COVID-19 agar tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit terkendali.
"Tidak semua pasien COVID-19 harus ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lanjut," jelas Wiku, Kamis (24/6). "Pasien dengan gejala berat dan sedang yang berhak didahulukan untuk mendapatkan penanganan, baik isolasi maupun perawatan intensif di rumah sakit."
Karena itulah, sudah jelas bahwa pasien yang diprioritaskan untuk mendapat perawatan di RS adalah dengan gejala sedang dan berat. Untuk kasus dengan gejala ringan, yang menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendominasi sekitar 40 persen, lebih baik diisolasi secara terpusat di lokasi yang layak agar pelaksanaannya dapat dipantau dengan baik.
"Masyarakat yang masih kekurangan fasilitas isolasi terpusat dapat ikut serta membantu upaya pengendalian COVID-19 secara berjenjang," pungkas Wiku. "Dengan berinisiatif melakukan isolasi mandiri baik di rumah, tempat kos, hotel, atau apartemen."
(wk/elva)