Penumpang KMP Yunicee yang tenggelam di Selat Bali itu telah berhasil dievakuasi. Adapun sekitar 31 orang yang selamat, kemudian ada 4 orang yang ditemukan sudah tak bernyawa.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 29 Juni 2021 - 22:05 WIB
WowKeren - Peristiwa tenggelamnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Yunicee di Selat Bali terjadi pada Selasa (29/6). Tak lama berselang dari peristiwa tenggelam tersebut, para pihak terkait langsung memberikan bantuan berupa kapal untuk mengevakuasi para penumpang.
Adapun dua kapal yang membantu mengevakuasi penumpang adalah KMP Samudera Utama dan KMP SMS Swakarsa. Dua kapal tersebut berhasil mengevakuasi penumpang sebanyak 31 orang.
8 dari 31 orang tersebut selamat diangkut oleh KMP Samudera Utama. Kemudian seluruh penumpang selamat langsung dibawa oleh ambulans yang siaga di Pelabuhan Ketapang. Ada satu orang diduga mengalami koma, maka dari itu dibawa menggunakan tandu. Sedangkan KMP SMS Swakarsa membawa korban sebanyak 23 orang
"Tadi ada 8 orang yang sudah diangkut oleh ambulans," tutur AKP Ali Masduki selaku Kapolsek KPP Tanjungwangi, Banyuwangi kepada detikcom, Selasa (29/6). "Informasinya 23, ini masih belum sandar."
Selanjutnya, sebanyak empat penumpang KMP Yunicee ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh tim evakuasi. Korban meninggal dunia itu langsung dibawa ke Puskesmas Gilimanuk.
"Baru empat sih, (yang ditemukan meninggal dunia), sekarang kita arahkan ke Puskesmas Gilimanuk," terang Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adiwibawa saat dihubungi detikcom, Selasa (29/6).
Gede menyampaikan bahwa manifest KMP Yunicee berjumlah sekitar 41 orang. Sementara untuk korban yang berada di dalam kapal hingga saat ini masih dalam proses evakuasi. Proses evakuasi juga ada yang dilakukan di Ketapang dan melakukan penyisiran di Pantai Gilimanuk.
"Masih proses evakuasi, jadi sudah beberapa korban kita evakuasi, ada yang evakuasi kita arahkan ke Ketapang," jelas Gede. "Kemudian, kita sisir juga di sepanjang Pantai Gilimanuk, ada korban yang selamat dan ada juga korban yang meninggal dunia."
Meski demikian, Gede belum bisa memastikan jumlah pasti penumpang KMP Yunicee yang menjadi korban, termasuk penumpang yang selamat. Hal ini dikarenakan pihaknya belum melakukan perhitungan secara keseluruhan.
(wk/tiar)