Jangan Lengah, Begini Cara Bedakan Flu Efek Pancaroba dan Gejala COVID-19
Pixabay/Mojpe
Health
COVID-19 di Indonesia

indonesia mulai memasuki musim pancaroba yang juga menyebabkan beberapa orang mengalami flu. Padahal gejala terkena flu biasa dan COVID-19 nyaris serupa.

WowKeren - Indonesia mulai memasuki masa pancaroba, alias peralihan musim. Kondisi cuaca yang tidak menentu selama masa pancaroba pun bisa mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat yang umumnya akan terserang flu biasa.

Terserang flu di tengah pandemi COVID-19 pasti memicu rasa takut tersendiri. Lantas adakah cara membedakan mana gejala flu yang biasa dialami saat pancaroba dengan gejala terinfeksi virus Corona?

Dokter Robert Sinto, SpPD K-PTI pun menjelaskan dalam sesi program "Hidup Sehat" yang ditayangkan di tvOne edisi Rabu (30/6). Robert menerangkan bahwa kedua penyakit ini sebenarnya sama-sama menyerang saluran pernapasan manusia.

"Tetapi lebih jauh lagi influenza terbatas pada saluran pernapasan saja," tutur Robert. "Kalau COVID-19 tempat duduknya virus itu bukan hanya di saluran pernapasan saja tapi di banyak organ."


Awamnya, ungkap Robert, jika flu biasa yang hanya menyerang saluran pernapasan, maka gejala membaik dalam 2-3 hari. "Tapi hari ketiga, keempat, kelima masih demam, justru makin buruk hati-hati itu bisa bukan common cold bisa," imbuh Robert.

Selain itu, karena hanya menyerang saluran pernapasan, maka jika gejala yang dialami turut menyerang sistem tubuh lain, harus diwaspadai lebih lanjut. "Tapi kalau ada gejala di saluran nafas dan bergejala di tempat lain hati-hati jangan-jangan yang dihadapi bukan hanya flu saja tapi COVID-19," paparnya.

Pada intinya, sulit untuk membedakan gejala COVID-19 dan flu biasa secara fisik. "Jadi kita ketahui COVID-19 itu derajatnya mulai dari ringan sampai ke berat, bisa saja ada yang tidak bergejala, ada juga yang bergejala ringan sama dengan flu biasa," kata Robert.

"Memang sulit dibedakan hanya berdasarkan pemeriksaan fisiknya," imbuhnya. "Memang kita harus menggunakan swab rutin,"

Selain soal lama dan lokasi gejala, Robert juga meminta masyarakat untuk lebih memerhatikan kontak eratnya selama 5-7 hari ke belakang. "Kedua, kontak yang jelas, minggu lalu 5-7 hari ke belakang saya bertemu orang dia baru tau terkonfirmasi positif COVID-19 maka tidak ada kata lagi lakukan contact tracing dan swab," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts