Untuk pertama kali sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia dicatatkan lebih dari 30 ribu kasus baru dalam 24 jam. Pemerintah pun membongkar worst case scenario mengantisipasinya.
- Elvariza Opita
- Selasa, 06 Juli 2021 - 17:45 WIB
WowKeren - Wabah COVID-19 seolah makin tak terbendung di Indonesia. Bahkan Selasa (6/7) hari ini saja Indonesia mencatatkan rekor baru yakni mencapai 31.189 kasus baru COVID-19.
Dengan demikian, berdasarkan infografis yang diunggah Kementerian Kesehatan, total kumulatif kasus positif COVID-19 sudah mencapai 2.345.018. Namun yang juga wajib disoroti adalah angka kasus aktifnya yang sampai 324.597 kasus aktif.
Angka ini jelas tidak bisa dipandang sebelah mata karena Indonesia setiap harinya terus memecahkan rekor jumlah kasus baru. Meski demikian, pemerintah rupanya telah menyiapkan skenario terburuk apabila jumlah kasus hariannya mencapai 70 ribu.
Hal ini sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan persnya, Selasa (6/7). Skenario yang disiapkan ini, menurut Luhut, mencakup kesiapan suplai oksigen, obat, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, hingga ruang ICU.
"Jadi, kita sudah hitung worst case scenario, lebih dari 40 ribu (kasus harian)," terang Luhut. "Oksigen sampai hari ini kami hitung sudah dibuat skenario oleh tim bisa sampai 50 ribu (kasus). Mungkin paling jelek kita sudah bikin sampai 60 ribu-70 ribu kasus per hari."
Kebijakan yang ditempuh setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo ini turut mencakup pembukaan fasilitas karantina yang dilengkapi dengan ruang ICU di Asrama Haji Pondok Gede. Fasilitas karantina yang sudah ditingkatkan itu sedianya akan beroperasi per Kamis (8/7) dengan kapasitas tampung 800 pasien.
"Sementara itu, TNI-Polri juga menggelar dari rumah sakit darurat mereka yang mereka punya di Jakarta atau di Surabaya," kata Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat tersebut. Karena itulah ia mendorong semua pihak untuk bahu-membahu melawan pandemi ini.
"Jadi, kekuatan semua kita kerahkan. Jadi, jangan ada yang menganggap underestimate bahwa Indonesia tidak bisa mengatasi," tegas Luhut.
Luhut juga memastikan bahwa pemerintah tidak hanya fokus terhadap penanganan pandemi COVID-19 di Jawa dan Bali, terbukti dari imbauan kewaspadaan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini. Selain itu, Indonesia juga sudah berkomunikasi dengan negara tetangga seperti Singapura dan Filipina mengantisipasi lonjakan kasus ekstrem di masa depan.
Sedangkan hari ini sebanyak 15.863 kasus sembuh baru dilaporkan, sehingga total kumulatif sudah hampir mencapai 2 juta. Namun kasus meninggal hariannya juga tinggi, yakni mencapai 728 dengan total kumulatif 61.868.
(wk/elva)