Perwakilan RS Bhina Bhakti Husada Rembang melaporkan stok oksigen mereka yang menipis ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui media sosial Twitter.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 09 Juli 2021 - 16:58 WIB
WowKeren - Sebuah Rumah Sakit di Rembang, Jawa Tengah, mengeluhkan stok oksigen yang menipis. Perwakilan RS Bhina Bhakti Husada Rembang lantas melaporkan keluhan tersebut ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui media sosial Twitter.
"Pak @ganjarpranowo, kami atas nama RS Bhina Bhakti Husada Rembang butuh bantuan oksigen Pak. Oksigennya tinggal untuk 3-4 hari ke depan, stok dimana2 habis," cuit akun @nophiieta pada Kamis (8/7) malam. "Kami satu2nya RS Resmi pembantu RSUD dalam penanganan Covid di Rembang Pak. Tolong Kami."
Beberapa jam kemudian, Ganjar pun membalas cuitan minta tolong tersebut. Politisi PDIP tersebut lantas menanyakan apakah pihak rumah sakit telah mengisi aplikasi JOSS dan mengikuti rapat bersama.
"Sdh isi aplikasi JOSS? Panjenengan Dir RS? Tadi siang ikut rapat?" balas Ganjar.
Balasan Ganjar tersebut rupanya disorot banyak warganet. Beberapa menyoroti Ganjar yang justru melempar pertanyaan kepada pihak rumah sakit.
"Bos @ganjarpranowo maaaaaaf .. Saran sajaaaaaaa ... Lebih simpatik beri jawaban langsung. Bukan menjawab pertanyaan dg memberi pertanyaan. Akan terlihat karakter Bosque yang lebih solutif, peduli & hilang kesan bossy-nya. Mohon maaf sekali lagi ya Bosque," cuit akun @Tu***06.
"Pertanyaannya intimidatif sekali. Sbg pemimpin berilah jawaban yg menyejukkan. Kan tinggal bilang terima kasih atas infonya. Tolong hubungi anu atau nanti tim saya akan menghubungi ibu. Gitu kan enak. Masalah nanti tetep disurus isi aplikasi JOSS y g masalah," tulis akun @Mo***zi.
Di sisi lain, Direktur RS Bhina Bakti Husada Rembang Bobet Evih Hedi Ihnuna Rusep menjelaskan bahwa dirinya memang meminta bantuan salah satu rekannya untuk menghubungi Ganjar melalui Twitter. Terkait respons Ganjar, Bobet menjelaskan bahwa pihaknya telah rampung mengisi formulir di aplikasi JOSS.
Namun pihak RS memang tidak sempat ikut rapat lantaran baru mendapat informasi melalui WhatsApp 30 menit sebelum acara dimulai. Menurut Bobet, kala itu RS sedang dalam kondisi sibuk untuk mencari stok oksigen di luar.
Meski demikian, Bobet mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah berkomunikasi dengan Pemprov Jateng untuk pengisian formulir pengajuaan oksigen medis tambahan. Ia pun berharap pengajuan kali ini segera mendapat perhatian.
"Kami lagi kontak dengan orang provinsi, tapi kendalanya kalau daerah kan komunikasi dengan daerah," papar Bobet kepada CNN Indonesia pada Jumat (9/7). "Kadang gerakan provinsi cepat, tapi mungkin informasinya belum ke daerah. Nah, kalau daerah belum dapat kita ya belum dapat."
(wk/Bert)