Imbas Aturan PPKM Darurat: 12 Ribu Pekerja Mal di Bandung Dirumahkan, Rugi Rp 27,5 Miliar Per Hari
Pixabay/Pascal König
Nasional

Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Elly Wasliah lantas mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut membuat lebih dari 12 ribu pegawai mal di Kota Bandung terpaksa dirumahkan.

WowKeren - Pemerintah menutup seluruh mal di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat wilayah Jawa dan Bali. Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Elly Wasliah lantas mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut membuat lebih dari 12 ribu pegawai mal di Kota Bandung terpaksa dirumahkan.

"Mal di Kota Bandung ditutup ada 24 mal dengan jumlah pegawai 12.475 orang dirumahkan," jelas Elly dalam keterangannya, Jumat (9/7). "Kami cukup prihatin."

Sebagai informasi, sektor kebutuhan pokok dan kesehatan di mal masih diizinkan beroperasi. Sedangkan kafe dan restoran boleh beroperasi namun tak dapat melayani makan di tempat alias dine-in.

Elly mengungkapkan pihaknya telah menurunkan tim untuk memantau aktivitas di mal selama PPKM Darurat. "Sampai hari ini dengan 26 tim diterjunkan belum ditemukan adanya pelanggaran," ungkapnya.


Sementara itu, kerugian akibat penutupan mal di Kota Bandung mencapai Rp 27,5 miliar per harinya. Hal ini disampaikan oleh Sekjen Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jabar, Satriawan Natsir.

Rata-rata satu mal mengalami kerugian senilai Rp 1,2 miliar per hari. Para pegawai yang dirumahkan atau terkena PHK (pemutusan hubungan kerja) didominasi oleh penjaga toko dan petugas kebersihan.

"Dampak per hari itu Rp 27,5 miliar," papar Satriawan. "Yang dirumahkan dan PHK penjaga toko, keamanan, kebersihan, secara langsung. Secara tidak langsung banyak vendor terdampak karena mal tutup."

Hal serupa juga terjadi di Malang, Jawa Timur. Ketua APPBI Malang Raya, Suwanto,mengungkapkan bahwa pihaknya terpaksa melakukan PHK terhadap setidaknya 50 persen karyawan untuk melakukan efisiensi pengeluaran. Selain itu, pihaknya juga terpaksa memotong gaji seluruh pekerja yang ada di pusat-pusat perbelanjaan di Malang raya.

"Efisiensi karyawan hampir 50 persen karyawan. Awal - awal PSBB sudah 50 persen, efisiensi merumahkan beberapa karyawan, sekarang belum kami kemarin lagi seperti dulu, perhitungan kami masih belum selesai on target, datang lagi, otomatis kami pangkas lagi 50 persen," jelasnya. "Sekarang ini kita potong gaji karyawan semua mau nggak mau, senang tidak senang supaya tidak terjadi PHK."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait