Indonesia Akan Kedatangan Vaksin COVID-19 Hingga Akhir Tahun, Menkes Pastikan Capai Target
Pixabay/ilustrasi
Nasional

Vaksin COVID-19 menjadi kebutuhan yang paling dicari saat ini untuk menghadapi pandemi. Menteri Kesehatan (Menkes) memastikan bahwa Indonesia bisa mencapai target di akhir tahun.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam menghadapi pandemi. Bahkan saat ini, pemerintah juga tengah melakukan percepatan vaksinasi agar bisa segera mencapai target dalam membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity.

Selain itu, pemerintah juga memastikan bahwa Indonesia akan bisa memenuhi kebutuhan dosis vaksin COVID-19 untuk disuntikkan kepada masyarakat di tahun ini. Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan (Menkes) mengatakan bahwa Indonesia masih akan terus kedatangan vaksin secara bertahap hingga akhir tahun.

Budi mengungkapkan bahwa Indonesia akan menerima dosis vaksin COVID-19 sebanyak 441 juta. Sementara pemerintah telah menargetkan untuk memvaksin 181,5 juta penduduk Indonesia, yang berarti membutuhkan sebanyak 361 juta dosis.

"Sampai akhir tahun ini, kita bisa menerima 441 juta dosis," terang Budi dalam sebuah konferensi pers daring, Jumat (9/7). "Jadi harusnya sudah cukup memenuhi kebutuhan vaksinasi seluruh target populasi kita."

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan bahwa Indonesia akan kembali mendapatkan sekitar 33 juta dosis vaksin COVID-19 di bulan Juli. Kemudian jumlah dosis vaksin yang akan diterima Indonesia setiap bulannya akan terus bertambah.


Budi menuturkan pada bulan Agustus nanti, Indonesia diperkirakan mendapatkan 45 juta dosis vaksin COVID-19. Selanjutnya, puncak penerimaan vaksin terjadi di bulan Oktober yakni sebanyak 85 juta dosis. "Walaupun data ini berubah, even setiap hari, karena ada ketidakpastian dari sisi supplier," lanjutnya.

Budi pun berharap agar program vaksinasi ini dapat dikerjakan pemerintah dan diterima oleh masyarakat secepatnya. Sehingga, target untuk mencapai herd immunity bisa segera terwujud dan Indonesia bisa mengatasi masalah pandemi COVID-19 ini.

Seperti yang diketahui, program vaksinasi COVID-19 ini telah berlangsung sejak pertengahan Januari 2021. Bambang Heryanto selaku Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma merinci data yang memperlihatkan distribusi vaksin COVID-19.

Berdasarkan data tersebut, Bambang memaparkan bahwa distribusi vaksin COVID-19 paling banyak dialokasikan di Jawa Timur, dan paling sedikit di Kalimantan Utara. Sementara data per 1 Juli, Indonesia sudah kedatangan 105,5 juta dosis vaksin bulk (bahan baku) dari Sinovac.

Sementara untuk vaksin jadi, rinciannya 3 juta dosis vaksin dari Sinovac, 9.266.800 dosis vaksin AstraZeneca, dan 2 juta dosis dari Sinopharm. Sehingga total keseluruhan setelah diakumulasikan adalah 99.226.800 dosis vaksin.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait