Banyak rumah sakit yang sampai menutup layanan IGD karena kewalahan menghadapi banyaknya pasien COVID-19. RSUD Dr Soetomo Surabaya bahkan sampai menggunakan kontainer.
- Elvariza Opita
- Senin, 12 Juli 2021 - 09:33 WIB
WowKeren - Lonjakan besar kasus COVID-19 terjadi terutama di Jawa dan Bali. Berbagai upaya untuk menanggulangi "badai" COVID-19 ini terus dilakukan, termasuk dengan menyulap kontainer demi difungsikan sebagai triase.
Langkah inilah yang dilakukan RSUD DR Soetomo atas arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah mendesak supaya RS milik Pemprov Jatim itu tetap menampung pasien di tengah banyaknya rumah sakit lain yang sampai harus menutup IGD.
Tak main-main, ada lima kontainer yang telah disulap untuk menampung pasien COVID-19 bergejala sedang. Masing-masing kontainer bisa digunakan untuk lima pasien.
"Beberapa hari yang lalu, saya dapat informasi UGD di beberapa rumah sakit di Surabaya tutup karena sudah overload. Saya menyampaikan kepada Dokter Joni (Direktur RSUD Dr Soetomo Surabaya, Joni Wahyudi), UGD RSUD Dr Soetomo harus tetap memberikan layanan," kata Khofifah ketika meninjau kesiapan kontainer triase tersebut, Minggu (11/7).
Khofifah menegaskan, bila kontainer triase sudah siap, maka pasien-pasien yang sampai dilayani di selasar RSUD Dr Soetomo Surabaya akan dialihkan. Dijelaskan pula oleh Khofifah, kontainer triase ini sudah dilengkapi dengan alat-alat penunjang perawatan pasien COVID-19.
"Jadi modelnya disekat menjadi 5 bagian dan bisa menampung 25 orang," tutur Khofifah. "Masing-masing satu kamar tersedia 5 bed termasuk Hepa Filter untuk bisa memberikan layanan bagi 5 pasien."
Menurut Khofifah, kontainer triase itu merupakan sumbangan dan karenanya Khofifah mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya. Selain kontainer triase, RSUD Dr Soetomo juga menyiapkan area parkir untuk penanganan pasien COVID-19.
Nantinya ada enam level area parkir yang akan diubah menjadi ruang layanan UGD dan isolasi pasien COVID-19, yakni di level 3A, 3B, 4A, 4B, 5A, dan 5B. Kapasitasnya sendiri mencapai 150 tempat tidur yang menurutnya juga disiapkan untuk pasien COVID-19 dari luar Surabaya.
"Insya Allah besok tanggal 14 Juli ini sudah bisa dimulai," terang Khofifah. "Kami tambahkan ruang isolasi ini karena yang datang ke RS Dr Soetomo bukan hanya warga Surabaya, tapi juga pasien rujukan dari luar kota. Harus tetap ada layanan yang memberikan pengharapan bagi seluruh masyarakat."
(wk/elva)