Dokter Richard Lee mengaku tak sependapat dengan dokter Lois Owien yang tak percaya dengan COVID-19. Namun ia juga tak sependapat bila dokter tersebut harus ditangkap polisi karena menyampaikan pendapatnya.
- Lailatul Maghfiroh
- Selasa, 13 Juli 2021 - 10:58 WIB
WowKeren - Dokter Lois Owien sempat membuat heboh publik dengan berbagai pernyataan kontroversial yang mengaku tak percaya soal COVID-19. Kekinian, dokter Lois telah ditangkap oleh pihak kepolisian pada Minggu (11/7).
Kabar penangkapan tersebut lantas mendapatkan sorotan dari dokter Richard Lee. Dalam sebuah video ia mengatakan bahwa dirinya juga tak sependapat dengan argumen dokter Lois yang tak percaya adanya COVID-19.
"Walaupun saya tidak sependapat dengan dokter Lois, menurut saya ini sudah 2021 bukan lagi 2020. Dimana COVID itu katanya konspirasi, bisnis, jualan vaksin, masukin chips, itu 2020 okelah," ungkap dokter Richard Lee.
"Ini 2021, dimana sudah banyak yang mati karena COVID, tetangga kita yang mati karena COVID, artis mati karena COVID, rumah sakit penuh karena COVID, kan lucu kalau gak percaya," tambahnya.
Meski begitu, dokter Richard Lee menyayangkan atas ditangkapnya dokter Lois. Karena menurutnya, negara Indonesia adalah negara demokrasi di mana setiap orang bebas menyampaikan pendapat mereka.
"Jadi saya bener-bener tidak sependapat dengan dokter Lois. Tapi saya juga tidak sependapat kalau dokter Lois harus ditangkap. Menurut saya ini negara demokrasi, menurut saya setiap orang bebas berpendapat sih," jelasnya. "Cukup diajak diskusi terbuka, paparkan fakta, tunjukkan jurnal biar orang lain yang menilai sehingga masyarakat pun jadi lebih pinter, itu menurut saya."
Pernyataan dokter Richard Lee tersebut lantas menjadi perbincangan ketika dibagikan ulang oleh akun gosip di Instagram. Menilik dari kolom komentar, rupanya banyak netter yang sependapat dengannya.
"Setuju banget...., seharusnya Dr. Lois diajak debat ilmiah dulu. Jangan asal tangkap gitu dong. Gilaaaa.....😮," ujar seorang netter. "Nahhh gitu baru fair... bukannya dibungkam. Bikin jurnal, kaji di kampus. bikin debat terbuka dengan ahli. harusnya kampus jeli, undang dia," sahut netter lainnya.
(wk/lail)