Menko PMK Sebut Pemerintah Akan Terus Awasi Distribusi Obat Terapi COVID-19
Pixnio
Nasional

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengungkapkan bahwa pemerintah akan terus mengawal pendistribusian obat terapi COVID-19. Hal ini dilakukan agar tertangani dengan baik.

WowKeren - Indonesia belakangan ini mengalami lonjakan COVID-19, sehingga jumlah pasien juga meningkat. Selain itu, kebutuhan obat-obatan juga turut meningkat di tengah lonjakan yang terjadi.

Pemerintah sendiri juga telah memberikan bantuan obat-obatan gratis kepada para pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan pada Minggu (11/7).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan bahwa pemerintah akan selalu memastikan pengawalan distribusi obat terapi COVID-19 dari hulu sampai ke hilir. Hal ini dilakukan agar tidak ada penyelewengan atas obat-obatan tersebut.

"Sejak pagi tadi saya bersama Pak Wagub Jawa Timur, mengunjungi beberapa lokasi, dari hulu sampai ke hilir," tutur Muhadjir, Selasa (13/7). "Tujuannya untuk memastikan distribusi obat, mulai dari pusat industri sampai ke konsumen atau penggunanya, khususnya mereka-mereka yang sedang mengalami musibah COVID-19 di wilayah ini bisa betul-betul ditangani dengan baik."


Dalam kunjungannya ke PT Interbat, Sidoarjo dan Instalasi Gudang Farmasi, Kabupaten Gresik, Muhadjir menemukan beberapa masalah. Adapun masalah tersebut salah satunya yakni kelangkaan obat Actemra yang merupakan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Obat Actemra disebut bisa untuk pasien COVID-19 yang menekan jumlah interleukin 6 (IL-6) cukup tinggi pada kasus rheumatoid arthritis. Muhadjir menyampaikan bahwa obat ini sangat penting bagi pasien COVID-19 karena jika tidak segera diobati, interleukin 6 (IL-6) bisa memicu peradangan di seluruh tubuh.

"Karena itu obat impor, jumlahnya sangat terbatas, kalau tidak ada pilihan lain, kecuali digunakan untuk yang betul-betul urgent," tandas Muhadjir. "Di pasar internasional, juga sama untuk mencarinya susah, obat Actemra itu memang sangat langka. Tadi saya sudah lihat di gudang Dinkes Provinsi saja cuma ada empat paket jadi betul-betul sangat terbatas dan ini akan menjadi perhatian kami."

Di sisi lain, Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Farmasi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Keri Lestari mengatakan bahwa paket obat gratis yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo itu berupa paket vitamin, antivirus dan antibiotik. Adapun 300 ribu paket obat gratis yang akan dibagikan kepada pasien COVID-19 pada pekan ini.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait